Breaking News:

Yogyakarta

Satker PPK Tol Yogyakarta-Solo : Tidak Akan Terjadi Dobel Penggunaan Lahan

Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Yogyakarta-Solo, dari Kementerian PUPR ungkapkan tidak

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Yogyakarta-Solo, dari Kementerian PUPR menyatakan bahwa tidak akan terjadi dobel penggunaan lahan untuk jalur tol Bawen-Yogyakarta-Solo.

Staff PPK trase Yogyakarta-Solo Galih Alfandi mengungkapkan, sejauh ini memang dirinya belum melakukan koordinasi lanjutan dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk membahas hal itu.

Namun, dirinya memastikan untuk lima bidang lahan di Desa Tirtoadi, Kabupaten Sleman, yang dalam sosialisasinya terdampak dobel jalur yakni Yogayakarta-Bawen, dan Yogyakarta-Solo tidak akan dibiarkan terjadi.

"Kalau yang soal itu tetap kami pilih salah satu ya. Tidak bisa terdampak dua jalur sekaligus," kata dia, Rabu (5/8/2020).

Bidang yang Terdampak Pembangunan Jalan Tol Yogya-Bawen di Margomulyo, Mayoritas adalah Perumahan

Ia menambahkan, dalam waktu dekat tim PPK akan melakukan rekonsiliasi terlebih dahulu, guna mengetahui batas trase Yogyakarta-Solo, dan Yogyakarta-Bawen.

"Kami lakukan rekonsiliasi dulu, antara batas Yogyakarta-Solo mana dan Yogyakarta-Bawen mana," imbuh Galih.

Setelah melakukan rekonsiliasi, lanjut Galih, jalur overlapping tersebut tidak perlu dilakukan pergeseran lahan.

"Itu kan yang dimaksudkan overlapping. Kalau itu ya yang dari Bawen cukup berhenti di Solo saja. Karena beda Satker PPK nya beda administrasinya. Jadi tidak akan dobel terdampak," tuturnya.

Sampai saat ini rekonsiliasi memang dilakukan.

Tim PPK masih menjalankan tahapan pengadaan sesuai kebutuhan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Galih meyakini, setelah dilakukan rekonsiliasi, nantinya akan ketemu titik temu dan penyelesaian lima bidang lahan tersebut.

"Itu tidak menjadi masalah. Saat ini yang terpenting, kami masih fokus pemasangan patok di trase Yogyakarta-Solo. Setelah itu kan semakin jelas nanti," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved