Bantul

Halim - Joko Akui Makin Intens Komunikasi dengan PAN, Demokrat dan PBB. Sinyal Kuat Koalisi?

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul tahun 2020, tarik ulur dukungan terus terjadi dalam Konstelasi politik di Bumi Projotamansari.

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Ketua DPC PKB Bantul, Abdul Halim Muslih dan Ketua DPC PDIP Joko Purnomo saat melantik pengurus Srikandi Projotamansari dan menerima dukungan dari perempuan Bantul di Jogloyoso, Palbapang Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bantul tahun 2020, tarik ulur dukungan terus terjadi dalam Konstelasi politik di Bumi Projotamansari.

Hingga saat ini, koalisi PKB - PDIP terus membuka komunikasi dengan partai lain yang belum menentukan sikap dukungan.

Di antaranya Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat dan Partai Bulan Bintang (PBB). Ketua DPC PKB Bantul, Abdul Halim Muslih, yang juga merupakan bakal calon Bupati Bantul membenarkan, pihaknya saat ini semakin intens berkomunikasi dengan ketiga partai tersebut.

Tetapi soal keputusan apakah akan memberikan dukungan atau tidak sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing parpol.

"Ditunggu saja, mungkin seminggu atau dua minggu akan ada keputusan," kata Halim ditemui seusai acara deklarasi dukungan perempuan Bantul di Jogloyoso, Palbapang, Bantul, Minggu (02/8/2020).

Perempuan Bantul Beri Dukungan Kepada Pasangan Abdul Halim - Joko Purnomo pada Pilkada 2020

Diketahui, menyambut Pilkada Bantul pada 9 Desember mendatang, Halim dipastikan akan bergandengan dengan Joko Purnomo.

Kedua bakal pasangan calon tersebut, sementara ini diusung oleh dua partai yaitu PKB dan PDIP yang mengantongi 17 kursi legislatif.

Kabar soal koalisi PKB - PDIP yang semakin intens komunikasi dengan PAN, Demokrat dan PBB dibenarkan juga oleh Joko Purnomo.

Menurutnya, saat ini komunikasi kepada partai yang belum memberikan dukungan terus terjalin.

"Harapan kami minggu ini sudah final. Ada tiga partai yang akan bergabung dengan kami," kata dia.

Tanpa Mahar

Joko Purnomo mengungkapkan, koalisi yang akan dibangun PKB dan PDIP untuk Pilkada Bantul, dipastikan adalah koalisi tanpa mahar.

Sebab, harapan kedepan ikut bersama-sama dapat menata pemerintahan di Bantul supaya lebih baik.

"Tidak ada mahar, tidak ada transaksional, tetapi kita sepakat untuk mewujudkan Bantul yang lebih baik. Kembali ke Projotamansari," ucap dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved