Bisnis
Manfaatkan Teknologi, Penjual Bumbu Giling di Pasar Beringharjo Banjir Pesanan saat Iduladha
Berinovasi berjualan dengan memanfaatkan teknologi ternyata memberikan dampak positif bagi, Tuti Mariyati (50), penjual bumbu giling di pasar Beringha
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Namda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berinovasi berjualan dengan memanfaatkan teknologi ternyata memberikan dampak positif bagi, Tuti Mariyati (50), penjual bumbu giling di pasar Beringharjo, kota Yogyakarta.
Di mana, untuk memasarkan produknya, Tuti tak hanya mengandalkan penjualan secara konvensional. Namun, ia memperluas pasarnya dengan berjualan melalui aplikasi daring yaitu Instagram dan WhatssApp.
"Untuk berjualan bumbu secara daring, sudah berlangsung selama 1 tahun lamanya. Ternyata, disambut baik oleh masyarakat. Akhirnya, saya pun meneruskannya," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Jumat (31/07/2020).
Kini, lebaran Iduladha produk bumbu yang diberi nama 'Rumah Minang' banjir pesanan.
• Iduladha, Permintaan Sembako dan Bahan Bumbu Malah Menurun di Pasar Beringharjo
Di mana , bumbu yang dijual dibuat dalam bentuk kemasan pada wadah berukuran 250 gram seharga Rp10 ribu itu semakin banyak peminatnya.
Pelanggannya pun tak hanya dari wilayah Yogyakarta namun hampir tersebar ke seluruh Indonesia, mulai dari pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, hingga Nusa Tenggara Timur.
"Sebenarnya semenjak pandemi permintaan bumbu secara online sudah banyak dalam sehari bisa laku hingga 1000 cup. Sekarang, lebaran Iduladha permintaannya makin tinggi seminggu sebelum Iduladha saja sudah laku hingga 10.000 cup bumbu,"jelasnya.
Adapun jenis bumbu yang dijualnya meliputi bumbu rendang, gulai, sate, tongseng, rawon, semur, dan lainnya.
"Kalau Iduladha begini, bumbu yang banyak dicari itu bumbu rendang, tongseng, dan sate. Biasanya bumbu yang untuk mengolah daging hasil kurban," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)