Bisnis

Iduladha, Permintaan Sembako dan Bahan Bumbu Malah Menurun di Pasar Beringharjo

Perayaan Iduladha 1441H/2020M yang dirayakan pada Jumat (31/07/2020), nampaknya tidak memberi pengaruh terhadap minat masyarakat untuk pembelian bahan

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Pedagang rimpang di pasar Beringharjo, kota Yogyakarta, sedang menimbang bahan baku pembuatan bumbu masak pada Jumat (31/07/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perayaan Iduladha 1441H/2020M yang dirayakan pada Jumat (31/07/2020), nampaknya tidak memberi pengaruh terhadap minat masyarakat untuk pembelian bahan sembilan bahan pokok (sembako) dan bahan bumbu.

Seorang pedagang sembako di pasar Beringharjo, kota Yogyakarta, Yanti (56) mengatakan, permintaan sembako pada Iduladha tahun ini, cenderung mengalami penurunan.

"Biasanya, pada hari pertama lebaran ini. Permintaan sembako harusnya meningkat, terutama bahan seperti, gula merah, gula pasir, minyak goreng, hingga beras," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Jumat (31/07/2020).

Padahal, Iduladha tahun lalu, lanjut Yanti, biasanya gula merah paling banyak permintaan saat lebaran ini. Dirinya bisa menghabiskan hingga 1 kuintal pada hari pertama lebaran.

Menengok Ibadah Idul Adha 2020 di Lapas Perempuan Yogyakarta

"Dulu itu, permintaan yang banyak gula merah ya, untuk memasak rendang, gulai, dan tongseng saat Iduladha. Sekarang, palingan yang laku hanya 10 kilogram saja," ungkapnya.

Sepinya pembeli pun dirasakan oleh penjual rimpang untuk bahan bumbu masakan, di pasar Beringharjo, kota Yogyakarta.

Komariah (60) mengatakan, pembeli sepi bila dibandingkan dengan Iduladha tahun lalu.

"Kalau Iduladha tahun lalu, hari pertama sudah banyak pembeli yang antri untuk membeli jahe, kunyit, laos, dan bahan bumbu lainnya. Kalau ini, palingan hanya beberapa yang datang membeli," ungkapnya.

Sebelum pandemi, saat Iduladha biasanya, Komariah, mampu menjual hingga 100 kilogram jenis rimpang. Saat ini, yang laku terjual hanya sekitar 25 kilogram saja.

Adapun harga rimpang yang dijual Komariah meliputi jahe Rp35 ribu per kilogram, laos Rp6 ribu per kilogram, kunyit Rp8 ribu per kilogram, dan kunci Rp7 ribu per kilogram.

"Kalau harga bumbu masih relatif stabil. Hanya jahe yang mengalami sedikit kenaikan harga kemarin masih Rp30 ribu sekarang menjadi Rp35 ribu per kilogramnya," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved