Yogyakarta

Dampak Covid-19, Permintaan Tusuk Sate saat Momen Idul Adha di Pasar Beringharjo Ikut Lesu

Perayaan Idul Adha yang jatuh pada hari ini (31/7/2020) di tengah pandemi Covid-19 menjadikan penjualan tusuk sate di Pasar Beringharjo ikut lesu.

TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Pemilik Kios Dina di Pasar Beringharjo, Suparti 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perayaan Idul Adha yang jatuh pada hari ini (31/7/2020) di tengah pandemi Covid-19 menjadikan penjualan tusuk sate di Pasar Beringharjo ikut lesu.

Kondisi tersebut turut dirasakan oleh Mujinem seorang penjual tusuk sate di Pasar Beringharjo.

Mujinem mengatakan, penjualan tusuk sate di tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun sebelumnya penjualan tusuk sate lancar bisa sampai 30 ikat besar. Sekarang penjualan tidak lancar paling hanya eceran per ikat kecil,"beber Mujinem saat ditemui Tribunjogja.com Jumat (31/7/2020).

Tusuk sate dijual Mujinem dengan harga Rp 3000/ikat kecil isi 35 buah tusuk sate dan harga Rp 3000 isi 80 buah tergantung kasar dan halus bambunya.

Bumbu Sate Kambing Agar Empuk untuk Olah Daging Kurban Idul Adha 1441H

Sedangkan untuk yang ikat besar dijual dengan harga Rp 20.000 isi 10 ikat kecil tusuk sate.

"Dulu pernah jualan lebih 100 ikat besar tusuk sate sekarang 5 ikat besar tusuk sate tidak laku dijual dalam sehari," ucapnya.

Sementara, pemilik Kios Dina di Pasar Beringharjo, Suparti mengatakan penjualan tusuk sate di kiosnya juga mengalami penurunan cukup signifikan hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dulu yang membeli tusuk sate bisa sampai sekarung. Namun tahun ini juga ada yang membeli tusuk sate di hari-hari sebelumnya tetapi tidak sebanyak tahun sebelumnya," ucap Suparti.

Resep Olahan Daging Kurban: Babat Sapi, Sate Kambing, Tongseng, Empal - Menu Lezat Idul Adha 1441 H

Tusuk sate dijualnya dengan harga Rp 10.000 per ikat besar.

Sedangkan untuk eceran per ikat kecil dijual dengan harga Rp 2.000

Selain menjual tusuk sate, kios milik Suparti juga menjual anglo dengan harga Rp 20.000 dan Rp 30.000 tergantung ketebalan bahannya.

Ia juga mengungkapkan penjualan anglo di tahun ini hanya menjual sebanyak 100 anglo.

Sementara untuk tempat panggang sate dijual dengan harga Rp 6.000 dan Rp 7.000 tergantung besar kecilnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved