Bantul

Antisipasi Penularan Covid-19 di Lingkungan Kerjanya, Pemkab Bantul Bahas Wacana Rapid Test Massal

Beragam upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul untuk antisipasi kemunculan penularan Covid-19 di lingkungan kerjanya.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Sekda Bantul, Helmi Jamharis 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Beragam upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul untuk antisipasi kemunculan penularan Covid-19 di lingkungan kerjanya.

Bukan tanpa sebab, klaster perkantoran saat ini menyumbang kasus baru secara masif, khususnya di DKI Jakarta.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis berujar, sejak jauh hari, pihaknya sudah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 70 Tahun 2020 tentang pedoman tata kerja ASN di lingkungan Pemkab Bantul. Peraturan tersebut, diteken oleh Bupati pada 7 Juli lalu.

"Di situ mengatur empat hal. Yakni pra kondisi lingkungan dan ruang kerja, pelaksanaan kerja, pelayanan internal dan pelayanan eksternal. Rinciannya juga telah disosialisasikan ke seluruh OPD di Bantul," ujarnya, Rabu (29/7/2020).

Menurutnya, seluruh aturan yang tercantum di Perbub itu pun sudah dilaksanakan oleh organisasi perangkat daerah di lingkungannya.

Misalnya, terkait pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di internal OPD, sekaligus pemeriksaan kesehatan berkala untuk ASN.

PT LIB Menggaransi Laga Tanpa Suporter, Bupati Bantul Izinkan Liga 1 Bergulir di SSA

"Apalagi, dalam Perbub itu diatur juga alur keluar masuk kendaraan, untuk memudahkan monitoring. Kemudian ada penataan ruang dengan memperhatikan jarak antara ASN satu dengan yang lain," ungkap Sekda.

"Tentunya, kami tidak ingin kantor ini jadi klaster sebaran Covid-19 di Bantul. Maka, kami selalu mengingatkan OPD, misal ada rapat koordinasi, atau pelayanan masyarakat, harus perhatikan aspek protokol kesehatan seperti dituangkan di Perbub itu," tambahnya.

Lebih lanjut, Helmi pun tidak menutup kemungkinan bakal ada rapid dan swab test massal untuk para ASN di Pemkab Bantul.

Jumlah Pasien Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kasus Baru Bantul dan Gunungkidul

Tapi, meski belum direncanakan, wacana tersebut bakal dibahas secara mendalam lewat rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama Gugus Tugas.

"Kalau nanti dirasa perlu adanya rapid test, atau PCR pada ASN, tentu akan kami diskusikan di forum itu. Saat ini kan dengan masifnya test massal kondisi di Bantul terkuak. Jadi, bisa saja kami susulkan rapid untuk ASN, tetapi memang belum kami putuskan," ucapnya.

"Perkembangannya segera kami koordinasikan, insyaallah besok pagi sekalian kita evaluasi. Test untuk ASN sangat mungkin dilakukan, karena kita bisa memakai dana tidak terduga yang sudah disiapkan," pungkas Sekda. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved