Jumlah Pasien Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kasus Baru Bantul dan Gunungkidul

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengumumkan 15 kasus baru Covid-19 di DIY pada 28 Juli 2020

Tribunjogja.com | Hasan Sakri
TES COVID UNTUK PEDAGANG PASAR. Petugas mengambil sampel darah saat pelaksaan rapid test untuk pedagang pasar di Balai Desa Condong Catur, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (9/6/2020). Pemkab Sleman melajukan uji tes covid berupa rapid tes dan tes swab untuk pedagang disejumlah pasar. 

TRIBUNJOGJA.COM, Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengumumkan 15 kasus baru Covid-19 di DIY pada 28 Juli 2020 dari pemeriksaan sebanyak 862 sampel di lab yang ada di DIY.

Penambahan kasus ini membuat total kasus positif Covid-19 di DIY menjadi sebanyak 572 kasus.

"Informasi tambahan kasus 490 ditarik oleh PHEOC karena dobel data sehingga total kasus positif sampai saat ini di angka 572 kasus," ucap Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih, Selasa (28/7/2020).

Ada dua kasus positif yang meninggal.

Keduanya dijelaskan Berty masuk rumah sakit dalam kondisi parah.

Kasus tersebut yakni kasus 563 laki-laki usia 76 tahun warga Bantul dengan komorbit Ginjal dan riwayat perjalanan dari Jakarta.

Selanjutnya yakni kasus 574 laki-laki usia 53 tahun warga Sleman riwayat dalam penelusuran dengan komorbid Hipertensi dan Ginjal.

"Kemudian 7 kasus baru yang dinyatakan positif hari ini (Selasa) yakni kasus 564-570 merupakan hasil skrining karyawan kesehatan di Bantul dan Gunungkidul," bebernya.

PERUBAHAN ISTILAH. Warga beraktifitas di sekitar seni instalasi berbentuk bola bumi dengan tulisan siap new normal yang dipajang di depan museum Sono Budoyo, jalan Pangurakan, Kota Yogyakarta, Minggu (19/7/2020). 

Pemerintah mengubag penggunaan diksi New Normal dengan adaptasi kebiasaan baru karena penggunaan diksi new normal dianggap salah sebab sebagian masyarakat tidak memahami secara penuh diksi new normal sehingga dikawatirkan masyarakat tidak lagi menerapkan protokol kesehatan yang berakibat terjadinya Peningkatan penyebaran virus covid-19.
PERUBAHAN ISTILAH. Warga beraktifitas di sekitar seni instalasi berbentuk bola bumi dengan tulisan siap new normal yang dipajang di depan museum Sono Budoyo, jalan Pangurakan, Kota Yogyakarta, Minggu (19/7/2020). Pemerintah mengubag penggunaan diksi New Normal dengan adaptasi kebiasaan baru karena penggunaan diksi new normal dianggap salah sebab sebagian masyarakat tidak memahami secara penuh diksi new normal sehingga dikawatirkan masyarakat tidak lagi menerapkan protokol kesehatan yang berakibat terjadinya Peningkatan penyebaran virus covid-19. (Tribunjogja.com | Hasan Sakri)

Berikut kasus positif baru selain dua kasus meninggal di atas :

1. Kasus 564 perempuan usia 43 tahun warga Bantul

Halaman
1234
Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved