Update Corona DI Yogyakarta
Data Virus Corona Hari Ini di Daerah Istimewa Yogyakarta: Peta Sebaran 15 Kasus Baru per 27 Juli
Update data virus corona Daerah Istimewa Yogyakarta terbaru hari ini dan peta sebaran covid-19 kasus baru per 27 Juli
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Data Virus Corona hari ini di Daerah Istimewa Yogyakarta per 27 Juli tercatat total kasus positif COVID-19 sebanyak 558 kasus.

Jumlah kasus Virus Corona di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai sebanyak itu setelah terjadi update data tambahan kasus baru sebanyak 15 kasus pada Senin (27/7/2020).
Pemda DIY mengumumkan 15 kasus baru Covid-19 di DIY pada 27 Juli 2020 tersebut hasil dari pemeriksaan 888 sampel di lab.
Tambahan kasus baru Virus Corona ini membuat total kasus positif COVID-19 di DIY menjadi sebanyak 558 kasus.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, kasus baru tersebut tercatat sebagai kasus 548-562.
"Kasus 548 hingga kasus 551 riwayat skrining karyawan kesehatan di Bantul," ungkap Berty, Senin (27/7/2020).
Peta Sebaran Covid-19 kasus baru DIY
Keempat kasus tersebut adalah kasus 548 perempuan usia 45 tahun warga Bantul,
kasus 549 laki-laki usia 63 tahun warga Bantul, dan
kasus 550 perempuan usia 57 tahun warga Bantul,
kasus 551 perempuan usia 50 tahun warga Bantul.
Selanjutnya, kasus 552 perempuan usia 50 tahun warga Gunungkidul riwayat hasil tracing kontak kasus positif,
kasus 553 laki-laki usia 23 tahun warga Gunungkidul riwayat perjalanan Riau,
kasus 554 laki-laki usia 28 tahun warga Sleman riwayat dari Semarang.
"Kasus 555 laki-laki usia 18 tahun warga Bantul dan kasus 556 perempuan usia 76 tahun warga Bantul. Keduanya skrining pasien di sebuah rumah sakit," bebernya.
Kemudian untuk kasus 557 perempuan usia 36 tahun warga Bantul riwayat kontak kasus 471,
kasus 558 perempuan usia 39 tahun warga Sleman riwayat dari Jakarta,
kasus 559 laki-laki usia 55 tahun warga Sleman riwayat dari Manado.
Berikutnya kasus 560 laki-laki usia 25 tahun warga Sleman riwayat dari Papua,
kasus 561 laki-laki usia 56 tahun warga Sleman riwayat kontak kasus 468, dan
kasus 562 perempuan usia 43 tahun warga Sleman riwayat dari Jakarta.
Pasien virus corona sembuh

"Laporan kesembuhan kasus positif pada 27 Juli 2020 ada tambahan 3 kasus sembuh sehingga total kasus sembuh sebanyak 350 kasus," jelas Berty.
Ketiga kasus yang dinyatakan sembuh tersebut adalah :
- kasus 350 laki-laki usia 15 tahun warga Gunungkidul,
- kasus 404 perempuan usia 54 tahun warga Gunungkidul, dan
- kasus 324 perempuan usia 44 tahun warga Gunungkidul.
"Laporan kasus meninggal dalam proses laboratorium sebanyak 1 orang yakni laki-laki usia 53 tahun warga Sleman," tambahnya.
Terpisah, Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Kadarmanta Baskara Aji ketika disinggung mengenai banyaknya tenaga kesehatan yang positif Covid-19, mengatakan bahwa saat ini belum ada laporan mengenai kurangnya tenaga kesehatan yang membantu untuk pemulihan pasien Covid-19 di DIY.
"Untuk tenaga kesehatan yang positif, harus istirahat. Tidak ada tugas lagi. Kalau ada rumah sakit yang kekurangan, kita terjunkan mereka yang sudah punya kompetensi tapi belum menangani Covid-19 karena seluruh pasien sudah tertangani," ucapnya.
Aji menambahkan, kemarin tenaga kesehatan yang banyak dinyatakan positif Covid-19 adalah mereka yang bertugas di Puskesmas dan bukan di RS Rujukan.
"Orang datang kan belum tau positif apa nggak. Beda dengan rumah sakit rujukan yang memang menangani pasien Covid-19. Kita juga minta agar rumah sakit yang tidak rujukan menyiapkan diri menangani pasien awal," ungkap Aji.
Jumlah PDP-ODP
Laporan konfirmasi kasus Covid-19 di DIY per 27 Juli 2020 adalah total PDP sebanyak 2.320 orang di mana 174 orang masih menjalani perawatan.
Berdasarkan hasil lab, 558 orang dinyatakan positif (350 orang sembuh, 17 orang meninggal dunia), 1.588 orang dinyatakan negatif, dan masih menunggu hasil lab sebanyak 174 orang (33 orang meninggal dunia).
Sementara itu, total ODP yang tersebar di seluruh DIY yakni 8.299 orang.
(*/kur/ Tribun Jogja )