Menguak Kehidupan Seorang PSK Online di Semarang, Seperti Inilah Pengakuannya

Sejak menempuh pendidikan di sebuah universitas di Kota Semarang, Mawar mengaku sudah mulai terbiasa melakukan hubungan badan di luar nikah

Editor: Muhammad Fatoni
THINKSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Seorang PSK Online di Semarang, Jawa Tengah, sedikit bercerita soal kehidupannya dalam bisnis prostitusi daring.

Pengakuan tersebut disampaikannya dalam wawancara dengan tim tribunjateng.com (tribunnews network).

Perempuan tersebut, sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya), mengaku menjajakan diri sejak masih duduk di bangku kuliah.

Ia juga mengaku pernah diajak menikah siri oleh seorang pengusaha.

Selama pandemi covid-19 ini, berdasarkan penelusuran tim Tribunjateng.com, banyak dijumpai sejumlah perempuan menawarkan diri melalui media sosial termasuk Faceboook.

Fakta-fakta Kasus Dugaan Prostitusi Artis H, Tarif Rp30 Juta hingga Akan Dipulangkan ke Jakarta

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi Online di Sleman, Sang Mucikari Tawarkan Perempuan via Twitter

Perempuan-perempuan tersebut membuat grup tersendiri yang berisi para wanita memajang foto-foto dan tarif "kencan".

Nama dan foto profile di grup itu tersamarkan sehingga hanya orang tertentu yang mengenalinya.

Selain di Facebook ada juga aplikasi yang sering dimanfaatkan oleh para PSK menjajakan diri. Mereka menawarkan diri sendiri.

Bukan "menjual" nama orang lain. Entah ada yang mengkoordinir atau tidak, belum diselidiki.

Dalam status yang mereka pajang, ada yang blak-blakan siap dibooking dan layani seks namun sebagian disamarkan dikemas sebagai paket pijat plus.

Mereka siap dipanggil ke rumah, namun lebih banyak perempuan itu menawarkan diri siaga di kamar hotel/penginapan menunggu "pemesan" datang atau di kamar kos.

ilustrasi
ilustrasi (canada.com / Anoek de Groot, AFP/Getty Images)

Operasional mereka sebagian menggunakan aplikasi Michat.

Istilah yang mereka pakai untuk menarik pengguna jasa (pria hidung belang) antara lain Valid, Hanya yang Serius, Siap BO, ST saja, stay hotel, nawar nggak logis auto blok, hanya teman tak lebih, Ready, Chat di Bandungan, Hargai profesi, Need Valid, dan sebagainya.

Tribunjateng berhasil mewawancarai PSK online yang dia tekuni dari mahasiswi hingga bekerja di perusahaan swasta.

Sejak menempuh pendidikan di sebuah universitas di Kota Semarang, Mawar mengaku sudah mulai terbiasa melakukan hubungan badan di luar nikah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved