Problem Ejakulasi Dini, Penyebab dan Dampaknya Bagi Pria
Bagi pria, ejakulasi dini adalah kondisi yang memicu rasa khawatir dan tidak percaya diri.
Meski dapat mencapai orgasme, pria yang mengalami ejakulasi dini juga bisa merasa sangat kecewa karena tidak sanggup memberikan kepuasan seksual kepada pasangannya.
Apalagi jika pasangannya mengungkapkan kekecewaan dalam bentuk reaksi yang menyalahkan si pria yang menderita ejakulasi dini.
Selain itu, di masyarakat telah beredar anggapan bahwa ejakulasi yang terjadi terlampau cepat dapat menghambat kehamilan. Anggapan ini jelas bisa semakin menyudutkan pria yang mengalami ejakulasi dini.
Padahal, anggapan ejakulasi dini bisa bikin pasangan sulit hamil adalah anggapan yang kurang tepat.
Joko Suryo, Dokter ahli andrologi dan sekologi, Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And, mengungkap bahwa ejakulasi dini tidak ada hubungannya dengan kesuburan.
Jadi, kehamilan dapat saja terjadi asal sperma masuk ke vagina. Tetapi, pada ejakulasi dini berat, yaitu ejakulasi terjadi di luar vagina, maka kehamilan tidak terjadi. Jika ternyata pria yang mengalami ejakulasi dini juga mengalami gangguan sperma, itu berarti ada dua gangguan yang terpisah, bukan merupakan sebab-akibat.
Gangguan sperma dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti:
- Karena infeksi pada buah pelir atau bagian sistem reproduksi lainnya
- Kekurangan hormon tertosteron
- Pelebaran dinding pembuluh darah di sekitar buah pelir
- Kekurangan vitamin Konsultan Andrologi dan Seks, Dr. dr. Hudi Winarso, M.Kes., Sp.And., dalam bukunya Seksualitas Manusia: Masalah dan Solusi (2019), juga menyatakan bahwa ejakulasi dini tak memengaruhi kesuburan.
Meski suami mengalami ejakulasi dini, jika kualitas sperma baik dan hubungan suami-istri dilakukan pada saat istri subur, maka kehamilan mungkin terjadi.
Pada kondisi lain, yakni jika istri tidak dalam masa subur, sebaik apa pun kualitas sperma maka kehamilan tidak akan terjadi karena tidak ada ovulasi.
Pria yang mengalami ejakulasi dini paling mungkin akan berdampak faktor rekreasi hubungan seks, yakni tidak tercapainya kepuasaan istri dalam melakukan hubungan seks dan demikian pula dengan suami.
Dari aspek pria, ejakulasi bisa datang lebih cepat jika lama tidak berhubungan atau jarang berhubungan, terlalu bernafsu, gerakan penetrasi yangterlalu cepat, gangguan prostat sehingga fungsi prostat sebagai pengatur ejakulasi terganggu, atau abnormalitas kadar hormon testosteron.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-gagal-ereksi-saat-berhubungan-seks.jpg)