Riwayat 20 Warga Boyolali Terinfeksi Virus Corona, Awalnya Hadiri Lamaran

Riwayat 20 Warga Boyolali Terinfeksi Virus Corona, Awalnya Hadiri Lamaran

Editor: Hari Susmayanti
Dok Humas Sleman
ILUSTRASI - Tenaga medis saat melayani rapid test massal di GOR Pangukan selasa (12/5/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, BOYOLALI – Proses lamaran seorang warga di wilayah Desa Gondangslamet, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali pada Jumat (26/6/2020) berubah menjadi petaka setelah salah seorang warga positif terinfeksi virus corona.

Bahkan setelah dilakukan tracking dan swab terhadap warga yang menghadiri acara lamaran tersebut, 20 orang dinyatakan positif terkena Covid-19.

Camat Ampel, Dwi Sundarto, adapun 20 orang yang positif Covid-19 merupakan hasil tracking dari 33 orang yang kontak erat dengan TN, pasien dengan register 071.

"Ini hasil tracing dan swab kepada 33 orang, hasilnya 20 orang positif Covid-19," kata dia kepada TribunSolo.com, Senin (20/7/2020).

Dwi mengatakan saat ini pihak gugus tugas masih akan terus melakukan tracing lagi dari 20 orang yang positif Covid-19.

"Dari 20 orang positif Covid-19, kami akan melakukan tracking lagi dan diketahui total 42 orang di-swab," ucap Dwi.

Namun hasil dari ke-42 orang yang menjalani swab test lanjutan, pihaknya masih menunggu hasilnya.

"Adapun hasilnya belum keluar," jelasnya.

Jadi Trend di India, Alok Mohaty Rela Rogoh Gocek Rp69 Juta Untuk Lapisi Masker N95 dengan Emas

Bio Farma Segera Uji Klinis Vaksin Virus Corona Produksi China

Dikatakan, klaster lamaran terjadi saat TN yang bekerja di Semarang lalu pulang ke Kabupaten Boyolali Senin (1/6/2020).

Lalu pada Jum'at (26/6/2020) TN mendatangi acara lamaran di Desa Gondangslamet, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

"Kemudian Jum'at ia kembali ke Semarang untuk kembali bekerja," aku dia.

Sebelum TN bekerja, pimpinannya meminta untuk TN swab dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19

"Setelah itu kami tarcing dan memperoleh 33 orang kontak dengan TN," ungkapnya.

"Ya hasilnya dari swab 33 orang, 20 di antarannya positif Covid-19," papar dia menekankan.

Klaster Terbanyak

Warga Kabupaten Boyolali yang terkena virus Corona sudah menembus 127 kasus per Senin (20/7/2020).

Di antara seratusan lebih itu, ada salah satu klaster menonjol yakni akibat prosesi lamaran karena tak pakai protokoler.

Ya, tragedi itu terjadi di Desa Gondangslamet, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, ternyata lamaran yang seharusnya berakhir bahagia kini menjadi petaka karena tamu-tamu di acara tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Hingga Minggu, (19/7/2020) malam jumlah kasus di klaster lamaran mencapai 20 orang.

Apa Kata Ahli Epidemiologi Soal Lonjakan Kasus Covid-19 di Yogyakarta

Adapun 20 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster lamaran merupakan kontak erat dengan pasien TN (71).

Mereka di antarannya RI (092), IF (093), TR (094), SE (095), SO (096).

Kemudian ada pasien berinisial JO (097), FA (098), RMI (099), WS (100), YM (101), SUP (102), MO (103), RG (104), dan PR (105) .

Tak berhenti setelah ditracing lagi terdapat 5 kasus baru yakni  BR (120), AA (121), YF (122), SUM (123), dan BI (124).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Boyolali, Ratri S Survivalina menjelaskan, selama masa pendemi ini klaster lamaran muncul dan menjadi rekor tambahan terbanyak di antara klaster lainnya.

"Ini merupakan penambahan kasus terbanyak sejak awal pandemi di Boyolali," kata dia kepada TribunSolo.com.

Dia menjelaskan, dari penambahan tersebut berasal dari 4 klaster penularan Covid-19, yaitu lamaran, Singkil dan Merti.

"Klaster lamaran terdiri ada di Desa Gondangslamet, Kecamatan Ampel," jelasnya.

Adapun per Senin (20/7/2020), tercatat ada di Kabupaten Boyolali yang terkena virus Corona sudah menembus 127 kasus. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Kronologi 20 Orang Terima Kenyataan Pahit Positif Covid-19 Pasca Hadiri Lamaran di Ampel Boyolali

Sumber: Tribun Solo
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved