Sandy Firmansyah, Harapan Baru di Bawah Mistar Gawang PSIM Yogyakarta
Bergabung ke PSIM Yogyakarta tetap jadi pengalaman yang istimewa dalam perjalanan karier Sandy Firmansyah
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Mengenai tipikal penyerang yang ia segani, Sandy mengatakan akan menaruh kewaspadaan ekstra pada sosok juru gedor yang pintar.
"Kalau saya lebih berbahaya kalau saya berjumpa striker yang pintar, pintar mencari ruang dan posisi. Bukan penyerang yang punya kecepatan ya. Kalau punya kecepatan sih tinggal kita tutup saja ruangnya," jelasnya.
Berawal dari Striker
Di balik karier panjang Sandy sebagai penjaga gawang, ada cerita menarik.
Sebab, awal keseriusannya menekuni sepak bola justru berawal dari posisi penyerang, bukan penjaga gawang.
"Dulu sebenarnya waktu awal main sepak bola justru saya bukan bermain di posisi kiper, tapi striker. Tapi berhubung hanya ada satu kiper di akademi saat itu, kan gim tidak mungkin bisa berjalan. Kemudian saya berpikir untuk menjadi kipernya," kata Sandy.
Selain itu, ketertarikan Sandy pada posisi penjaga gawang ialah lantaran menurutnya unik.
"Kiper ini pemain yang unik, uniknya baju yang dikenakan beda, pakai sarung tangan, perlengkapan punya sendiri. Warna baju bisa sesuka kita, nah ternyata ketika menjajal posisi penjaga gawang nah saya suka," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sandy-firmansyah_1907.jpg)