Jawa

Bak 'Nepal,' Keindahan Dusun Tertinggi di Kabupaten Magelang, Dusun Butuh yang Tiada Tara

Susunan rumah yang bertingkat, udara yang sejuk, serta pemandangan alam yang begitu indah dengan Gunung Sumbing yang gagah di utara, membuat kagum sia

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
ist
Keindahan Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang yang kerap disandingkan dengan indahnya Nepal dan deretan pegunungan Himalayanya. Foto diambil pada bulan November 2019 

Tercetuslah celoteh mengenai Dusun Butuh yang mirip sekali dengan Nepal.

Foto dusun butuh yang terkenal dengan pemandangannya bak nepal diunggah di media sosial, hingga viral.

Sampai saat ini, Dusun Butuh pun kerap disebut sebagai Nepal-nya Kabupaten Magelang.

"Dulu-dulu sebelum muncul istilah nepal, dusun butuh ini juga sempat disebut Rio De Janeiro, Tibet. Dusun yang merupakan dusun tertinggi di Kabupaten Magelang dan jauh dari perkotaan atau pelosok, tapi banyak pengunjung yang tahu, kalau ada satu dusun yang indahnya seperti nepal, yakni Dusun Butuh," kata Lilik saat ditemui di rumahnya.

Situs Bersejarah di Nepal Kembali Dibuka Pascagempa

Sepanjang perjalanan menuju Dusun Butuh, terbentang pemandangan alam yang indah. Pepohonan masih hijau dan asri.

Kanan kiri adalah ladang pertanian warga.

Warga di sana kebanyakan bekerja sebagai petani sayur.

Entah sayur kubis, kentang, wortel, kol dan sayuran lain.

Begitu sampai, ada patung pendaki emas di depan gerbang masuk dusun.

Tinggal lurus dengan jalan yang agak menanjak, sudah terlihat dengan jelas, Dusun Butuh yang diklaim sebagai Nepalnya Kabupaten Magelang.

Susunan rumah warga di sana memang cukup unik. Rumah dibangun beraturan, mengikuti kontur dari kaki Gunung Sumbing.

Dulu, sebelum dibangun rumah, lahan itu merupakan ladang pertanian warga, sehingga bangunan rumahnya jadi mengikuti kontur lahan.

Dari bawah, memanjang terus ke lereng paling atas.

"Sususan rumah ini terbentuk secara alami. Kanan kiri ladang terasering, lama kelamaan dibikin rumah, sehingga mirip terasering ladang. Sehingga bangunan rumah, mengikuti kontur tanah, dan terbentuk seperti sekarang ini," tutur Lilik.

Ada satu spot di tikungan sebelum pasar yang kerap jadi spot foto pengunjung.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved