Kisah Vas Dibeli Setara Rp810.000 Namun Saat Dilelang Laku Rp 436 Miliar

sebuah vas bunga dari China terjual seharga lebih dari US$ 30 juta atau setara Rp 436 miliar dalam lelang yang yang diselenggarakan balai lelang

Editor: Iwan Al Khasni
Sothebys via 9 News
Vas dari Dinasti Qing yang terjual dalam pelelangan senilai Rp 436 miliar 

TRIBUNjogja.com Hong Kong --- Keuntungan investasi barang antik sangat tidak terduga, bisa mencapai ribuan persen.

Salah satunya, sebuah vas bunga dari China terjual seharga lebih dari US$ 30 juta atau setara Rp 436 miliar dalam lelang yang yang diselenggarakan balai lelang multinasional, Sotheby's.

Padahal, awalnya pembelian vas tersebut hanya sebesar 80 dollar Australia atau setara Rp 810.000.

Menurut Sotheby's, menjelaskan vas tersebut sebagai artefak langka abad ke-18.

Vas tersebut dinyatakan hilang selama berpuluh-puluh tahun hingga akhirnya ditemukan di rumah seorang wanita lanjut usia (lansia) di kawasan Eropa Tengah.

Seorang juru lelang mengatakan desain vas tersebut tidaklah biasa.

Vas tersebut dibuat khusus untuk Kaisar Qianlong yang memerintah Dinasti Qing selama 60 tahun.

"Adalah keajaiban bahwa vas yang luar biasa rapuh ini bertahan selama 50 tahun di rumah yang dikelilingi oleh hewan peliharaan yang banyak," kata Ketua Sotheby's Asia, Nicolas Chow, dalam pers rilis sebelum pelelangan dimulai.

Pelelangan vas tersebut dilakukan di Sotheby's Hong Kong.

Desain vas tersebut sangat khas dan hanya diproduksi di bawah bimbingan pengawas pembakaran kerajaan, Tang Ying, pada 1742 dan 1743.

Sotheby's menjelaskan bahwa vas berbentuk buah pir tersebut adalah contoh gaya porselen yang dikenal sebagai "yangcai," atau "warna asing" sebagaimana dilansir dari 9 News, Selasa (14/7/2020).

Dinamakan warna asing karena para pengrajin memasukkan pewarnaan gaya barat dan enamel ke dalam kerajinan mereka.

Vas tersebut ditemukan oleh konsultan seni yang berbasis di Amsterdam, Johan Bosch van Rosenthal.

Mereka menemukan vas tersebut di rumah pemiliknya yang berusia 80-an tahun.

Namun pihak Sotheby's tidak merinci alamat mantan pemilik vas tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved