Sehari Dua Gempa Bumi Guncang Bantul, Begini Kata BMKG
Sehari, Wilayah Bantul Diguncang Gempa Bumi Dua Kali, Ini Komentar BMKG DIY
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Hari ini Kabupaten Bantul diguncang dua kali gempa yang bersumber dari laut dan darat.
Gempa pertama terjadi pada Senin dinihari, pukul 02.50 WIB dengan Magnitudo 5.1.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,73 Lintang Selatan dan 109,88 Bujur Timur, atau lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 101 Km arah selatan Kulonprogo. Kedalaman 46 kilometer.
Gempa kedua, terjadi pada pukul 08:44 dengan Magnitudo 1.8 skala Richter (SR).
Lokasinya berada di darat, 7.917 Lintang Selatan, 110.43456 bujur timur.
Tepatnya, 9 km sebelah tenggara Bantul. Kedalaman 16 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Yogyakarta, Agus Riyanto mengatakan, dua gempa yang terjadi di Bantul itu tidak saling terhubung.
Dilihat dari jarak dan kedalaman, dua gempa tersebut berbeda. Artinya gempa satu dengan gempa kedua tidak saling berkorelasi.
• BMKG Sebut Gempa Tektonik Berpotensi Pengaruhi Aktivitas Gunung Merapi
"Karena dua sumber gempa berbeda," terang Agus, ditemui di Gedung Induk Mandala Saba, komplek Parasamya, seusai bertemu Bupati Bantul, kaitannya kerjasama peminjaman lahan untuk pemasangan alat gempa dan tsunami, Senin (13/7/2020).
Menurut dia, gempa pertama disebabkan karena adanya aktivitas subduksi di wilayah selatan.
Sementara, gempa kedua, diduga lebih disebabkan karena adanya aktivitas sesar lokal yang ada di darat.
Kedua gempa tersebut, guncangannya cukup kuat dirasakan oleh masyarakat,utamanya gempa yang pertama.
Bahkan dirasakan sampai Wonogiri hingga Pacitan. Namun demikian, sejauh ini, menurut dia, tidak ada laporan dari BPBD setempat kerusakan yang terjadi akibat gempa.
Agus mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat, wilayah Yogyakarta memiliki tingkat kegempaan cukup tinggi.
Karena ada dua sumber generator gempa yaitu adanya pertemuan dua lempeng besar dunia, lempeng Indo-australia bertubrukan dengan lempeng eurasia. L
lempeng tersebut di bagian Selatan atau di laut. Sedangkan generator sumber gempa lainnya, ada di darat, akibat adanya aktivitas sesar lokal.
Sebab itu, tetap waspada. "Harus disadari kita tinggal di daerah rawan gempa," ucap dia. (Tribunjogja/Ahmad Syarifudin)