Perpustakaan Umum Dusun Jlegongan, Ruang Sosial yang Digemari Anak-Anak
Perpustakaan Umum Dusun Jlegongan, Ruang Sosial yang Digemari Anak-Anak
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Hari Susmayanti
Akhirnya, pada Mei 2016 mereka memindahkan perpustakaan itu ke teras rumah Syaeful.
“Orang tua malah minta agar perpustakaan dipindah di rumah saja, enggak usah di pos ronda,” tutur pemuda kelahiran Tangerang, 20 Oktober 1994 ini.
Alhasil, hampir setiap hari rumah keluarga Syaeful ramai oleh anak-anak.
Mereka berkumpul untuk sekadar bermain atau membaca buku. Dengan kondisi ini, Syaeful dan kedua orang tuanya mengaku sama sekali tak terganggu.
“Kami malah senang dengan mereka,” imbuhnya.
Tak hanya memfasilitasi anak-anak, remaja, dan masyarakat secara umum dengan ribuan koleksi bukunya, Perpustakaan Umum Dusun Jlegongan juga rutin menyelenggarakan beragam aktivitas saat pandemi belum muncul.
Beberapa di antaranya adalah belajar bersama, kelas menulis aksara Jawa, kelas alam raya, kelas berkebun, njajah alas milang kori (masuk ke desa dan belajar budaya di dalamnya), buka puasa lintas agama, pembuatan konten YouTube, hingga pembuatan enam pojok baca di SD mitra.
Sementara, fasilitas yang hingga saat ini tersedia di perpustakaan ini di antaranya Ruang Baca Mohammad Hatta yang berukuran 8x4 m, Ruang Baca Dewi Sartika yang berukuran 3x3 m, Area Bermain, Greenhouse atau Rumah Kaca, dan Gubug Baca.
“Rumah kaca sebenarnya dibangun bapak saya. Tapi anak-anak dan pengunjung juga boleh belajar berkebun atau sekadar melihat tanaman di sana,” bebernya.
Dalam menjalankan operasionalnya, Syaeful mengatakan dana diambil dari swadaya para pengurus. Sementara, koleksi buku banyak mendapat sumbangan dari luar.
Berkat konsistensinya, Perpustakaan Umum Dusun Jlegongan pun telah meraih beberapa penghargaan dari pemerintah daerah. Yang terbaru, penghargaan dari Bupati Sleman sebagai Juara 2 Lomba Perpustakaan Masyarakat/Komunitas tahun 2018.
Sementara, Syaeful diganjar menjadi Juara 1 Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan DIY tahun 2019.
Meski terletak di tengah kampung, Syaeful mengklaim Perpustakaan Umum Dusun Jlegongan merupakan satu-satunya taman baca di Kabupaten Sleman yang memiliki akun YouTube resmi.
Masyarakat dapat menyaksikan beragam kegiatan perpustakaan ini lewat akun YouTube bernama sama, ‘Perpustakaan Umum Dusun Jlegongan’.
Selain Syaeful, pengelola lainnya yakni Rully Rio Tamara, Riyadani Dwi Putranto, Rizki Kurniawan, Beryl Riby Hercules, Theresia Avilla Intan, Dominicus Pandya Galih Wicaksana, Wahika Nia Sentiya, dan Ivan Narendra. Semua masih berusia belasan hingga dua puluhan tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perpustakaan-umum-dusun-jlegongan-ruang-sosial-yang-digemari-anak-anak.jpg)