Update Corona di DI Yogyakarta

Penjualan Baju Batik di Pasar Beringharjo Mulai Menggeliat

Pada awal Juli 2020 ini, pembeli yang datang dari luar wilayah Yogyakarta pun mulai berdatangan.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Suasana Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, pada Minggu (12/07/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak adanya pelonggaran aktivitas pada masa pandemi membuat penjualan baju batik di Pasar Beringharjo kota Yogyakarta mulai menggeliat.

Seperti yang dialami Fitri (35), pedagang baju batik Los Ibu Kuncoro di lantai dasar, Pasar Beringharjo kota Yogyakarta.

Fitri mengatakan, sejak akhir Juni 2020 mulai ada peningkatan penjualan baju di tokonya.

"Sejak ada pelonggaran penjualan sudah mendingin dalam sehari  bisa laku hingga lima potong baju batik. Dibandingkan pada Maret hingga Mei 2020 lalu, penjualan sama sekali tidak ada," jelas Fitri kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Minggu (12/07/2020).

Kerudung Corona Diserbu Pembeli di Pasar Beringharjo

Fitri menambahkan, pada awal Juli 2020 ini, pembeli yang datang dari luar wilayah Yogyakarta pun mulai berdatangan.

Padahal, empat bulan yang lalu, sambung Fitri, belum ada kunjungan pembeli yang berasal dari luar Yogyakarta.

"Ini sudah mulai ramai lagi. Kemarin saja, sudah ada pembeli yang datang dari daerah Jawa Barat. Sebelumnya kan, pembeli palingan hanya dari sekitar Yogyakarta, saja," ujar Fitri.

Adapun, baju batik yang dijual di tokonya dibanderol dengan harga mulai Rp30 ribu hingga Rp65 ribu per potongnya.

UPDATE Covid-19 DIY 11 Juli: Tambahan Tujuh Kasus Positif dan Riwayat Kontaknya

Selain itu, pasokan baju batik didapat dari daerah Pekalongan dan Solo.

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved