Breaking News:

Kisah Inspiratif

Kisah Mantan Tukang Rosok di Yogyakarta yang Kini Bangkit Ekonominya Berkat Teknologi

Katinem membagikan ceritanya tentang perjalanannya menjadi 'petugas kebersihan' sebelum berseragam dan kini telah memiliki seragam Rapel.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Katinem (kiri) dan Sri Lestari (kanan) kolektor Rapel yang menjemput sampah rumah tangga hingga ke perumahan elit di Yogya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di era digital seperti saat ini, semua kemudahan bisa didapatkan.

Tak terkecuali yang berkaitan dengan sampah.

Cukup melalui aplikasi jual beli sampah yang bisa diinstall di smartphone, masyarakat DIY dapat memanggil kolektor untuk menjemput sampah yang sudah terpilah.

Tidak perlu membayar petugas kebersihan, dari sampah yang telah dipilah justru akan mendatangkan rupiah.

Satu di antara aplikasi yang sudah memiliki banyak kolektor sampah di DIY adalah Rapel.

Kolektor tersebut yang bertugas untuk melakukan penjemputan sampah ke rumah para pengguna atau biasa disebut user.

Pantang Minta-minta, Pasangan Difabel di Yogyakarta Ini Pilih Berjualan Roti untuk Bertahan Hidup

Katinem dan Sri Lestari, merupakan dua dari puluhan kolektor sampah dari aplikasi Rapel yang ada di DIY.

Katinem, wanita berusia 41 tahun membagikan ceritanya tentang perjalanannya menjadi 'petugas kebersihan' sebelum berseragam dan kini telah memiliki seragam Rapel.

Ia merupakan pendatang.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved