Kapan Hubungan Seks Boleh Dilakukan Setelah Istri Melahirkan?

Ibu yang baru saja melahirkan mungkin mengalami kelelahan, kekeringan pada vagina, rasa sakit, atau gairah seks yang rendah.

Editor: Rina Eviana
Istimewa
Ilustrasi 

Ketika Anda dan pasangan memutuskan untuk melakukan hubungan seks penetrasi kembali, penting untuk mendiskusikan kebutuhan dan harapan Anda sehingga pengalaman itu akan menyenangkan bagi kedua belah pihak.

"Masing-masing perlu saling terbuka tentang ketakutan, kekhawatiran, dan keinginan mereka dalam merencanakan hubungan seks yang mungkin akan berubah setelah persalinan, ini untuk menghindari adanya kesalahpahaman," ungkap asisten profesor profesor kebidanan dan kandungan di Stanford University, Dr.Jennifer Conti.

Selain memberikan dukungan satu sama lain melalui pujian verbal, kata Jawed-Wessel, Anda juga bisa menetapkan batasan jika seks menjadi menyakitkan atau tidak nyaman.

Ciri-ciri, Penyebab dan Cara Mengobati Orang Hiperseks

 Alih-alih hanya bertujuan mencapai orgasme, lebih baik kedua belah pihak memikirkan bagaimana agar hubungan intim tersebut dapat mencapai keterhubungan untuk membantu mengatasi tekanan-tekanan yang ada.

"Jika penetrasi menyebabkan rasa sakit dan/atau kecemasan, lepaskan sepenuhnya dan cobalah mencapai kesenangan satu sama lain dengan cara berbeda selain lewat penetrasi," kata Jawed-Wessel.

Terakhir, menurut Mayo Clinic, mempersiapkan pelumas juga dapat membantu meringankan ketidaknyamanan fisik potensial dari kekeringan vagina. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hubungan Intim Pasca Persalinan, Kapan Boleh Dilakukan?"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved