Jawa

Warga Lereng Merapi Masih Beraktivitas Normal

Masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Merapi saat ini masih beraktivitas seperti biasa, Minggu (5/7/2020). Sebagian warga telah mengetahui informa

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
Tribun Jogja/ Rendika Ferri K
Petugas melakukan pemantauan aktivitas Gunung Merapi di Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Merapi saat ini masih beraktivitas seperti biasa, Minggu (5/7/2020).

Sebagian warga telah mengetahui informasi terkait gempa vulkanik dangkal.

Meski demikian, warga tetap berkegiatan secara normal, tetapi tetap selalu waspada.

"Warga masih beraktivitas seperti biasa," kata Kepala Desa Dukun, Tanto Heryanto, saat dihubungi wartawan, Minggu (5/7/2020).

Masyarakat Diharapkan Tetap Tenang, BPBD Kabupaten Magelang Sudah Persiapkan Langkah Strategis

BPBD Kabupaten Magelang sendiri telah menginformasikan perkembangan Gunung Merapi pada Jumat (3/7/2020) lalu di kantor BPBD Kabupaten Magelang, kepada desa di kawasan rawan bencana (KRB), termasuk di Desa Dukun. Di sana, dijelaskan perkembangan terbaru dari Merapi.

Setelah ini, pihak pemerintah desa rencananya akan mengundang BPPTKG untuk membantu melakukan sosialisasi kepada warga, sehingga mereka dapat paham dan tahu apa yang harus dilakukan.

"Sudah sosialisasi (BPBD, BPPTKG). Kami rencana juga akan mengundang BPPTKG untuk hal ini (soal deformasi, pengikisan dan peningkatan aktivitas vulkanik)," kata Tanto.

Gempa Vulkanik Dangkal Sempat Terekam, BPBD Kabupaten Magelang Terus Pantau Kondisi Gunung Merapi

Seorang warga Desa Dukun, Bayu Sapta N, menuturkan, dirinya telah mengetahui adanya gempa dangkal tersebut.

Menurutnya, gempa itu sudah biasa.

Kecuali jika ada gempa yang terasa dan visual erupsi dari Merapi, warga akan memperhatikan.

"Iya, gempa dangkal biasa. Di sini, kalau gak kerasa gempa atau visual merapi erupsi, jarang nengok ke arah gunung. Kalau ada gempa besar itu baru menengok ke arah Merapi. Di sini, mungkin karena sudah biasa," kata Bayu.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved