Kisah Inspiratif

Kisah Sukses Gamelan Daliyo Legiyono Asal Yogyakarta yang Merambah Pasar Internasional

Gamelan Daliyo Legiyono telah merambah pasar internasional yaitu Malaysia, Singapura, Swiss dan Suriname.

Tayang:
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri
Legiyono, Pemilik Usaha Gamelan Daliyo Legiyono di Jalan Raya Berbah, Pelem Lor, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Usaha produksi Gamelan awalnya didirikan oleh Almarhum Daliyo pada tahun 1954 silam.

Lambat laun produksi gamelan semakin maju dan bahan mulai dari plat dan kuningan tempa.

Oleh sebab itu, Gamelan Daliyo terkenal dengan kuningan tempa.

Hingga akhirnya tahun 2013 usaha diteruskan oleh anaknya bernama Legiyono.

Belajar Gamelan Jawa untuk Anak Berkebutuhan Khusus

"Sebelumnya tahun 2012, bapak sudah sering sakit-sakitan. Beliau berpesan yang bisa meneruskan usaha bapak cuma kamu. Tolong usahanya dilanjutkan. Jangan sampai kamu membuat gamelan asal-asalan. Kamu harus membuat gamelan yang mengutamakan kualitas," tutur Legiyono, pemilik usaha Gamelan Daliyo Legiyono Sabtu (4/7/2020).

Gamelan Daliyo Legiyono hanya melayani pemesanan khusus untuk gamelan jawa.

Barang yang produksi juga memiliki perbedaan dengan produksi lain.

Menurutnya, perbedaan terletak pada suaranya yang lebih nyaring saat dipukul.

Untuk harganya sekitar Rp 65 juta/set dari bahan besi dan sekitar Rp 190 juta/set dari bahan kuningan.

"Tapi kebanyakan yang memesan di sini hanya perbijian tidak satu set gamelan langsung. Untuk harganya juga bervariasi tergantung konsumen mau pesan apa," ucapnya.

Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogo Wilogo, Gamelan yang Hanya Dikeluarkan Saat Grebeg Maulud

Gamelan Daliyo Legiyono juga telah merambah pasar internasional yaitu Malaysia, Singapura, Swiss dan Suriname.

Sedangkan untuk pasar lokal di Lampung, Aceh, Papua, Pangkal Pinang, NTB dan lain-lain.

Legiyono juga menceritakan, sebelum meneruskan usaha produksi gamelan, ia sempat mencoba menjadi tentara.

"Dulu sempat mau jadi tentara. Namun karena tidak betah akhirnya saya memutuskan untuk pulang," kata Legiyono.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved