Belajar Gamelan Jawa untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Anak Berkebutuhan Khusus yang ada di SLB Tunas Kasih Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencoba untuk mengenalkan musik gamelan pada mereka.

Belajar Gamelan Jawa untuk Anak Berkebutuhan Khusus
istimewa
Kartono M Pd, M M selaku Kepala Sekolah SLB Tunas Kasih Sedayu, Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebagai warga negara yang ber-Bhineka Tunggal Ika, hendaknya menghargai budayanya, salah satunya adalah mengenal seperangkat Gamelan Jawa.

Gamelan adalah produk budaya untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kesenian.

Kesenian merupakan satu dari beberapa unsur budaya yang bersifat universal. Ini berarti bahwa setiap orang dipastikan memiliki kesenian, namun wujudnya berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lain.

Anak-anak Berkebutuhan Khusus, tentunya tidak berbeda jauh mereka juga perlu kesenian.

Anak Berkebutuhan Khusus yang ada di SLB Tunas Kasih Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencoba untuk mengenalkan musik gamelan pada mereka.

Dalam memberikan kegiatan pengenalan gamelan tentunya kita perlu sedikit mengetahui sifat, ciri, maupun hambatan yang dialami  pada anak berkebutuhan khusus, serta seluk beluk pembelajaran gamelan.

Satu dari beberapa ciri anak berkebutuhan khusus penyandang tuna netra seperti kurangnya pengalaman fisik dan belajar dari orang lain, sedangkan anak tuna rungu seperti gerakannya kasar, karena kurang memahami irama, sedangkan anak tunagrahita cirinya seperti lambat belajarnya, dan kesulitan dalam sensoris.

Pemberian kegiatan gamelan berdampak positif bagai anak berkebutuhan khusus, adapun manfaat yang akan diperoleh dengan kegiatan gamelan ini antara lain:

  • Gamelan merupakan ekspresi jiwa manusia. Dengan bermain gamelan akan menggoyang emosi dalam diri. Inilah kekuatan terbesar dari gamelan. Dia adalah ekspresi jiwa anak yang tentu akan mempengaruhi emosi pada diri penabuh.
  • Belajar gamelan akan melatih konsentrasi. Dalam memainkan gamelan tentunya siswa dilatih untuk selalu tepat pada pukulan tertentu sesuai irama yang seharusnya, juga melatih kepekaan dan sensitive yaitu siswa akan merasakan ikatan batin yang terjalin diantara teman-teman. Siswa  tidak perlu lagi harus bicara melalui kata-kata, karena melalui gamelan siswa telah saling bicara dan saling mengerti.

SLB Tunas Kasih selaku penyelenggaran pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak jauh berbeda seperti penyelenggara atau sekolah sekolah lainnya, walaupun ini tidak semua sekolah mengalaminya.

Yang ada masalah di sekolah ini adalah belum adanya fasilitas yang cukup memadahi.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved