Kementrian Perhubungan Laksanakan Soft Launcing Angkutan Wisata Candi Borobudur
Kementrian Perhubungan Laksanakan Soft Launcing Angkutan Wisata Candi Borobudur
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah melalui Direktorat Angkutan Jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengimplementasikan Program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)
Program ini hadir untuk menyediakan sarana transportasi umum sebagai penunjang bagi masyarakat maupun wisatawan dalam melakukan perjalanan wisata dari dan menuju Kawasan Candi Borobudur.
Soft launching layanan pola baru KSPN Borobudur diadakan pada Sabtu (4/7/2020) di Grand Inna Malioboro.
Program KSPN merupakan langkah kongkrit pemerintah untuk mempertahankan dan meningkatkan daya tarik wisatawan domestik maupun internasional terhadap destinasi wisata.
Sebuah kompetensi dasar dalam layanan transportasi yang diberikan pemerintah melihat faktor keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, keseteraan dan keteraturan.
Kasubdid Angkutan Multimoda dan Antarmoda Ditjen Perhubungan Darat, Ahmad Wahyudi mengatakan, selain itu program ini juga telah mengarah ke digitalisasi mulai dari layanan hingga pengawasan.
• Indoluxe Hotel Jogjakarta Tawarkan Program Wedding Drive Thru
• Bangkitkan Industri Pariwisata, Astik Kartika Sosialisasikan New Normal ke Sejumlah Obyek Wisata
"Semua langsung terecord di database sehingga tidak akan ada kebocoran sama sekali," tuturnya.
10 KSPN tersebut diantaranya Danau Toba, Bangka Belitung, Bromo, Mandalika, Wakatobi dan sebagainya.
Lebih lanjut, ia mengatakan 10 KSPN semua sudah dilayani namun besar kecilnya dilihat dari jumlah wisata.
"Di KSPN itu sendiri disamping layanan angkutan, kami juga berusaha memperlancar lalu lintas terutama kinerja jalan dari Yogyakarta menuju Bandara YIA," ucap Ahmad.
"Nanti akan dipasang namanya lalu lintas pintar di angkutan-angkutan umum yang mengarah ke Bandara YIA yang akan dipasang rider. Rider tersebut yang akan dibaca oleh alat yang berada di traffic light sehingga waktu tempuh lebih cepat," sambungnya.
Tentunya bukan hanya untuk angkutan umum saja yang akan dipasang rider tetapi juga di kendaraan darurat misalnya ambulance.
"Sementara untuk uji coba dilakukan di ruas Jalan Yogyakarta ke Bandara YIA. Nanti tahun 2021 akan kami kembangkan ke jalan arteri lain," katanya.
Sementara Direktur Keuangan Perum DAMRI, Sri Purwanto mengatakan dengan program ini masing-masing pihak yang memiliki kepentingan di bandara bisa memastikan sampai di lokasi tepat waktu.
"Semua sesuai dengan jadwalnya. Karena jarak antara armada satu dengan yang lain sudah pasti. Tidak menunggu semua penumpang penuh," tutur Sri Purwanto.
Dalam rangka pandemi Covid-19 sekarang ini, untuk jumlah kapasitas penumpang juga dibatasi.
"Nanti kapasitas 50 persen dari total keseluruhan sehingga bisa 9 orang," ucapnya.
Selain itu protokol kesehatan juga diterapkan seperti pengecekan suhu tubuh, penggunaan hand sanitizer dan masker.
Hal ini sebagai bentuk upaya menekan laju penyebaran Covid-19. (Tribunjogja/Sri Cahyani Putri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kementrian-perhubungan-laksanakan-soft-launcing-angkutan-wisata-candi-borobudur.jpg)