Breaking News:

Siswa SMP di Sleman Hanyut

Inilah Kesaksian Para Saksi Tragedi Susur Sungai SMP N 1 Turi di Pengadilan

Pengadilan Negeri (PN) Sleman menggelar sidang kasus laka susur sungai Sempor, Desa Donokerto, Turi pada Kamis (2/7/2020

TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
TERSANGKA. Polisi menunjukkan tiga orang tersangka inisial IYA, DDS dan R dalam kasus kegiatan susur sungai siswa SMP N 1 Turi berujung maut di Mapolres Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (25/2/2020). Pihak kepolisian sampai saat ini telah menetapkan tiga orang tersangka yang ketiganya merui[akan guru pembina kegiatan Pramuka di SMP N 1 Turi dengan sangkaan telah melanggar pasal 359 KUHP dan Pasal 360 ayat 1 KUHP karena kesalahannya menyebabkan orang meninggal dunia atau terluka. 

TRIBUNjogja.com Sleman -- Pengadilan Negeri (PN) Sleman menggelar sidang kasus laka susur sungai Sempor, Desa Donokerto, Turi pada Kamis (2/7/2020).

Agenda kali ini mendengar keterangan sembilan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dan sidang kali ini juga menghadirkan tiga terdakwa IYA (36) warga Caturharjo, Sleman yang juga sebagai guru olahraga, RY (58) warga Turi yang juga guru seni budaya dan DDS (58) warga Ngaglik.

Ketiganya adalah pembina dalam ekstrakurikuler Pramuka di SMPN 1 Turi.

Salah satu saksi yang dihadirkan adalah AAP (14) pelajar dari SMPN 1 Turi sekaligus dewan penggalang.

Ia menyatakan bahwa saat kejadian tiga terdakwa tidak turut mendampingi para siswa.

Ia sendiri berada di urutan paling belakang dan tidak bisa menyelesaikan susur sungai dikarenakan air tiba-tiba naik. Saat air menjadi deras, ia langsung naik dari sungai dan setelah itu ikut membantu teman-teman yang terluka.

"Saat susur sungai saya tidak melihat ketiga pembina (IYA, RY dan DDS). Tapi setelah arus naik saya melihat Pak Yopi (IYA) turun ke sungai untuk membantu siswa," ujarnya.

Dalam susur sungai diharuskan dilengkapi dengan alat keselamatan, seperti tongkat, tali maupun pelampung. Dan dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa tidak semua siswa dibekali tongkat dan hanya ketua regu saja yang membawa tongkat.

Itupun diungkapkannya bahwa para siswa tidak diberikan pengarahan tentang fungsi tongkat tersebut.,

Halaman
123
Penulis: Santo Ari
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved