Sleman
Terdampak Pandemi Virus Corona, Permintaan Hewan Kurban di Sleman Menurun
Terdampak Pandemi Virus Corona, Permintaan Hewan Kurban di Sleman Menurun
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pandemi Covid-19 mempengaruhi penjualan hewan kurban baik sapi dan kambing di Kabupaten Sleman.
Wabah virus corona membuat permintaan hewan kurban mengalami penurunan.
Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang turun sehingga daya beli masyarakat juga menurun.
Salah satu pedagang sapi di Pasar Jangkang Ngemplak Nuryanto (49) mengatakan saat pandemi ini permintaan sapi menurun drastis.
Nuryanto menceritakan, permintaan hewan kurban tahun ini menurun drastis dibandingkan tahun lalu.
"Tapi saat ini sisa banyak, kalau dihitung penurunannya sampai 50 persen," ujanya saat ditemui kemarin (2/7/2020).
Pria yang sudah menekuni profesi sebagai pedagang sapi sejak 2004 ini mengaku tahun ini merupakan kondisi paling buruk bagi pedagang sapi.
• Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban di Era Covid-19
• Kemenag DIY Siapkan 2 Opsi Penyembelihan Hewan Kurban
Pasalnya, tak hanya turunnya permintaan, pedagang juga mengeluhkan turunnya harga sapi. Nuryanto mengungkapkan, untuk tahun 2019 lalu harga satu ekor sapi berkisar Rp 20 juta, namun di tahun ini turun menjadi sekitar Rp 18 juta per ekor.
Ia menilai bahwa kondisi ini dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat yang tengah terpuruk akibat pandemi covid-19.
"Selain kondisi ekonomi masyarakat yang sedang susah, saat ini untuk pemotongan juga diimbau dilakukan di RPH. Pokoknya tahun ini yang paling buruk penjualannya," keluhnya. (Tribunjogja/Santo Ari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/terdampak-pandemi-virus-corona-permintaan-hewan-kurban-di-sleman-menurun.jpg)