Breaking News:

Wabah Virus Corona

Penjelasan Pakar Epidemologi UI: Indonesia Masih Jauh dari Puncak Wabah COVID-19, Kapan Berakhir?

Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono mengatakan, Indonesia masih jauh dari puncak wabah COVID-19.

Tribunjogja.com | Hasan Sakri
RAPID TEST PEDAGANG PASAR. Petugas medis mengambil sampel darah pedagang pasar di Pasar Bantul, Bantul, Rabu (24/6/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Penambahan kasus baru Virus Corona (COVID-19) harian di Tanah Air masih mencapai angka seribuan.

Kurva penambahan kasus COVID-19 baru pun masih belum juga menunjukkan penurunan.

Melihat fenomena ini, Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono mengatakan, Indonesia masih jauh dari puncak wabah COVID-19.

ILUSTRASI - Suasana simulasi penanganan virus Corona di RS Margono Soekarjo, Purwokerto.
ILUSTRASI - Suasana simulasi penanganan virus Corona di RS Margono Soekarjo, Purwokerto. (TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati)

Pasalnya, saat ini kasus positif COVID-19 masih terus mengalami peningkatan. "Belum (puncak), masih jauh. Sebab kasus masih naik terus. Kalau sudah puncak, berarti sudah turun dan semakin menurun," ujar Pandu saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (2/7/2020).

Bahkan, menurutnya wabah COVID-19 di Indonesia kemungkinan belum bisa membaik hingga akhir 2020.

Kondisi tersebut bisa terjadi jika pemerintah belum maksimal melakukan penanganan, sementara masyarakat belum patuh menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi harus ada upaya yang luar biasa baik dari pemerintah maupun masyarakat. Untuk pemerintah memaksimalkan contact tracing, pemeriksaan berbasis PCR dan terus-menerus mengedukasi masyarakat," tutur Pandu.

Pandu juga mengingatkan saat ini masyarakat sudah mulai beraktivitas produktif dalam rangka new normal.

Sehingga, penting untuk selalu mengingat 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman.

UPDATE 2 Juli 2020, Jumlah Pasien Virus Corona, Malaysia Peringkat 71, Singapura 35, Indonesia 29

Namun, kata Pandu, bukan berarti masyarakat yang belum disiplin menerapkan protokol kesehatan harus selalu disalahkan.

Halaman
12
Editor: Rina Eviana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved