Breaking News:

Pelaku Usaha Kuliner DIY Minta Aturan Denda Sampah Sisa Makanan Harus Jelas

Pelaku Usaha Kuliner DIY Minta Aturan Denda Sampah Sisa Makanan Harus Jelas

Tribunjogja/Miftahul Huda
Suasana rumah makan di area stadion Kridosono, Kotabaru, Yogyakarta, Kamis (02/07/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rencana pemberlakuan denda bagi pemilik rumah makan dan restoran, serta masyarakat yang tak menghabiskan makanan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, turut direspon pelaku usaha rumah makan.

Salah seorang pelaku usaha rumah makan, Slamet Riyanto mengungkapkan, untuk sampah sisa makanan di rumah makan yang berada di sekitaran Stadion Kridosono, Kecamatan Kotabaru, Yogyakarta selama ini sudah ada yang mengambil.

Sampah sisa makanan dari rumah makan yang ia kelola setiap harinya dipesan oleh seseorang untuk pakan ternak babi.

"Kalau di sini sampah sisanya sudah ada yang mengambil. Buat pakan ternak babi," katanya, kepada Tribunjogja.com, Kamis (2/7/2020).

Ia melanjutkan, menanggapi rencana pemberlakuan denda, secara pribadi dirinya menolak.

Volume Sampah Sisa Makanan di DIY Capai 96 Ton Perhari

Hal itu lantaran antara konsumen dan pembeli memiliki hak dalam bertransaksi. Khususnya di bidang kuliner.

"Jelas banyak yang menolak. Kalau pun mau diberlakukan, ya harus jelas regulasinya nanti," ungkapnya.

Ia juga meminta, agar Pemda DIY betul-betul mengkaji secara tepat. Supaya tidak ada pihak yang merasa dirugikan nantinya.

Karena, lanjut dia, rencana yang dilemparkan tersebut cukup memberatkan bagi pengusaha kuliner, meski maksudnya baik.

"Ya harus jelas saja aturannya. Intinya gitu," pungkasnya. (Tribunjogja/Miftahul Huda)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved