Di Tengah Tren Sepeda, Brompton dan 'Tiruannya' Laris Manis, Ini Penjelasannya

Di saat yang sama, ada alternatif pilihan yang lebih murah, yang penampakannya sama dengan Sepeda Brompton, namun harganya jauh lebih murah.

Editor: Rina Eviana
Shutterstock
Sepeda Lipat Brompton 

TRIBUNJOGJA.COM -Di tengah tren bersepeda, pamor Sepeda Brompton kian naik. Banyak orang mencari sepeda lipat buatan Inggris ini.

Harganya yang memang mahal, jadi tambah mahal seiring banyaknya peminat Sepeda Brompton.

Perkembangan peminat sepeda lipat Brompton yang sedang ramai diperbincangkan, tak lepas dari perkembangan tren yang sedang terjadi saat ini. 

Sepeda Brompton
Sepeda Brompton (Shutterstock)

Sepeda Brompton Inggris ini sebenarnya sudah meramaikan model sepeda lipat di Tanah Air, sejak pertengahan-hingga akhir dekade 90-an, ketika sepada lipat mulai menjadi tren.

Namun, fenomena yang terjadi saat ini sungguh istimewa, karena saat ini banyak orang menaruh perhatian besar pada sepeda yang "dicap" mahal tersebut.

Mereka yang memang memiliki dana dan merasa hobi bersepeda, tak segan untuk menebus sepeda tersebut, meski harganya kian naik.

Namun, tentu saja ada kelompok konsumen lain yang berpikir dua kali untuk membelanjakan uang sedemikian besar untuk sebuah sepeda.

Di saat yang sama, ada alternatif pilihan yang lebih murah, yang penampakannya sama dengan Sepeda Brompton, namun harganya jauh lebih murah.

"Bukan karena tidak mampu, tapi mungkin tidak mau untuk spend sebesar itu, maka mereka putuskan untuk beli barang yang lebih murah, bukan aslinya tapi bentuknya sama saja." Begitu komentar Psikolog & Konselor dari Personal Growth, Ghianina Armand, MSc dalam perbincangan dengan Kompas.com, Rabu (2/7/2020) kemarin.

5 Seri Sepeda Lipat Element yang Paling Laris, Pikes Versi Tiruan Brompton Paling Diburu

Alasan itu yang memungkinkan mengapa tak hanya Sepeda Brompton yang laris -bagi segmen pasar tertentu, tapi juga sepeda yang dibuat mirip Sepeda Brompton diburu pembeli di segmen lain.

"Itu lebih kepada, ada temptation to be seen, ingin selalu mengikuti tren melalui barang-barang yang mungkin barangnya mahal."

"Lebih ke arah sana pattern-nya untuk orang-orang yang mau membeli," sebut Ghianina. "Contohnya sepeda yang bukan Brompton, mirip tapi lebih murah. Kalau dalam consumer behaviour, masuknya ke dalam complex high invesment decision making," sebut dia.

Ghianina menilai, Sepeda Brompton adalah barang mahal yang juga bisa dihitung sebagai investasi.

Sepeda lipat Brompton Explore
Sepeda lipat Brompton Explore (Brompton)

"Jadi sebagai konsumen kita terlibat banget dalam pemikiran (sebelum) membeli barang ini," kata dia lagi "Kita cari tahu, riset, cari perbandingannya, misal Brompton apa sih bedanya sama yang lain, kita benar-benar terlibat dalam proses pembeliannya."

Panduan Sebelum Beli Sepeda Brompton: Jangan Asal Bayar Mahal, Ini Daftar Harga yang Wajar

Rangkaian pertimbangan itu -selain daya beli, ketersediaan barang, dan pertimbangan lain, menjadi bagian sebelum seseorang memutuskan untuk membeli yang mana. Uniknya, pola pembelian antara perempuan dan laki-laki yang sesungguhnya berbeda, tak berlaku dalam urusan Brompton.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved