Panduan Sebelum Beli Sepeda Brompton: Jangan Asal Bayar Mahal, Ini Daftar Harga yang Wajar

Oleh para penikmat dan konsumen sepeda, fenomena yang dilakukan oleh banyak penjual ini disebut dengan istilah "menggoreng" harga.

Shutterstock
Sepeda Lipat Brompton 

TRIBUNJOGJA.COM - Sepeda yang lagi tren di tengah pandemi Virus Corona membuat harga di pasaran melejit. Tingginya permintaan sementara di pasaran stok tak tersedia banyak membuat harga sepeda lipat semakin gila.

Salah satu merek yang sejak awal disoroti karena kenaikan harga yang luar biasa adalah  Sepeda Brompton, sepeda lipat handmade asal London, Inggris.

Oleh para penikmat dan konsumen sepeda, fenomena yang dilakukan oleh banyak penjual ini disebut dengan istilah "menggoreng" harga.

Sepeda Brompton
Sepeda Brompton (Shutterstock)

Kompas.com sempat mengutip pernyataan sejumlah pakar marketing, yang umumnya menilai kenaikan harga terjadi karena minimnya pasokan, disertai dengan tingginya permintaan.

Kondisi pandemi COVID-19 diduga menjadi penyebab kekosongan stok Sepeda Brompton, tak hanya di Indonesia, tetapi pun di sejumlah diler resmi di negara-negara lain.

Alhasil, para spekulan atau pedagang musiman bermunculan dengan mematok harga yang jauh dari harga normal.

Keadaan ini mendorong Lukman Hakim, seorang penikmat Sepeda Brompton yang juga melakoni bisnis Brompton, untuk angkat bicara.

Lukman, yang biasa disapa dengan sebutan Sibor oleh anggota komunitas Sepeda Brompton, mengaku mendapatkan banyak pertanyaan mengenai berapa harga wajar Sepeda Brompton di tengah kondisi yang tak normal ini.

Awas Jangan Sampai Tertipu, Berikut Tips Aman Sebelum Membeli Sepeda Brompton

Melalui akun Instagram-nya @borbrompt, Sibor membuat tabel dengan harga dasar yang dipakai sebagai patokan harga normal adalah dari harga penjualan terakhir pada April-Mei 2020. 

Dalam perbincangan dengan Kompas.com, Senin (29/6/2020) malam, Sibor mengaku tabel tersebut adalah prediksi personal, dengan menaikkan harga sebanyak 20-30 persen di atas harga normal.

Halaman
123
Editor: Rina Eviana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved