Wabah Virus Corona
Risiko dan 5 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Olahraga di saat Pandemi COVID-19
Salah satu kegiatan yang juga akan dilakukan di tengah pandemi COVID-19 yaitu berolahraga di tempat umum dengan menggunakan sarana dan prasarana umum
TRIBUNJOGJA.COM - Seiring dimulainya era kenormalan baru (new normal) di tengah Pandemi Virus Corona (COVID-19) orang mulai kembali melakukan aktivitas seperti bekerja ke kantor, ke pusat perbelanjaan bahkan ke tempat olahraga bersama.
Namun demikian seiring dengan pelaksanaan new normal, Anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro mengingatkan, masyarakat yang telah memulai kebiasaan berolahraga di tengah pandemi COVID-19 dapat memperhatikan tingkat risiko penularan Virus Corona dari olahraga yang dilakukan.
Ada dua jenis risiko dari kegiatan olahraga yang dilakukan masyarakat yaitu risiko rendah dan risiko tinggi.
Jenis olahraga yang termasuk risiko rendah terpapar COVID-19 yaitu olahraga yang dilakukan di rumah, sendiri atau dengan anggota keluarga, serta menggunakan peralatan sendiri.
"Sebaiknya, utamakan jenis ini di masa pandemi COVID-19 yang masih berlangsung," kata Reisa di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (28/6/2020).
Seiring dengan dimulainya kebiasaan hidup baru, masyarakat mulai menjalankan kehidupannya dengan menyesuaikan kenormalan baru atau new normal.
• Tiga Lokasi yang Berpotensi Jadi Titik Penularan Virus Corona saat New Normal
Salah satu kegiatan yang juga akan dilakukan di tengah pandemi COVID-19 yaitu berolahraga di tempat umum dengan menggunakan sarana dan prasarana umum secara bersama-sama.
"Silakan saja berolahraga di tempat umum," kata anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (28/6/2020).
Meski demikian, ia mengingatkan, berolahraga di tempat umum secara bersama-sama, memiliki risiko tinggi untuk terpapar Virus Corona.
Lima hal yang harus diperhatikan
Oleh karena itu, untuk menghindari potensi terpapar, ada lima hal yang harus dilakukan masyarakat pada saat dan setelah berolahraga.
Pertama, olahraga sebaiknya dilakukan tanpa berpindah tempat. Bila dilakukan secara bersama-sama, maka sebaiknya dilaksanakan dengan posisi berjajar dengan jarak minimal 2 meter dari orang lain.
Kedua, untuk jenis olahraga jalan kaki, sebaiknya dibuat jarak minimal 5 meter antara orang satu dengan orang lain.
"Sedangkan, untuk yang berlari, usahakan berjarak 10 meter dari orang di depannya," kata dia.
• Kabar Baik, Jumlah Pasien Sembuh dari COVID-19 di Indonesia Tembus Rekor, Papua Terbanyak
Adapun bagi yang ingin bersepeda, sebaiknya jarak antara pengguna sepeda satu dengan pengguna sepeda lainnya mencapai 20 meter.
Terakhir, ia mengingatkan, selalu jaga kebersihan peralatan olahraga yang digunakan.
"Setelah berolahraga, ingat, untuk selalu segera cuci tangan, mandi, ganti pakaian, dan bersihkan alat olahraga dan barang bawaan kita seperti handphone, kacamata, tas dan barang bawaan lainnya dengan cairan disinfektan," kata Reisa.(Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pesepeda-meninggal-di-jakarta.jpg)