Mulai Minggu Ini, China Segera Buka Penerbangan Internasional ke Eropa Seminggu Sekali
Sukses menanggulangi virus corona, penerbangan internasional dari dan ke China mulai dilakukan kembali setelah negara tersebut melonggarkan pembatasan
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Rina Eviana
TRIBUNJOGJA.COM, SHANGHAI - Sukses menanggulangi Virus Corona, penerbangan internasional dari dan ke China mulai dilakukan kembali setelah negara tersebut melonggarkan pembatasan penerbangan.
Lufthansa, bagian dari grup maskapai penerbangan terbesar di Eropa, memulai kembali penerbangan ke daratan minggu ini.
Mereka terbang sekali seminggu antara Frankfurt dan Shanghai dalam penerbangan terjadwal reguler pertama yang dioperasikan oleh maskapai Jerman sejak pandemi dimulai.
“Penerbangan antara Shanghai dan Frankfurt menjadi yang pertama dari koneksi Lufthansa Group lebih lanjut dalam beberapa minggu dan bulan mendatang antara Cina daratan dan pasar rumah kita Jerman, Austria, dan Swiss,” kata Veli Polat, kepala penjualan Lufthansa untuk China melansir SCMP.
• Thailand Mulai Membuka Negaranya untuk Turis Asing, Warga Indonesia Belum Boleh Berkunjung
United Airlines juga akan melanjutkan rutenya antara San Francisco dan Shanghai, melalui Seoul, mulai 8 Juli.
Sementara, sesama perusahaan penerbangan Amerika, Delta Air Lines memulai kembali penerbangan China minggu ini dengan perjalanan dua kali seminggu ke Shanghai.
Ini terjadi setelah China dan Amerika mundur dari perselisihan tentang perjalanan penerbangan. Maka, dua penerbangan per minggu untuk setiap maskapai akan diizinkan.
Maskapai asing lainnya akan diizinkan frekuensi dasar satu penerbangan per minggu. "Melanjutkan layanan ke Shanghai dari Amerika Serikat adalah langkah penting dalam membangun kembali jaringan internasional kami," kata Patrick Quayle, wakil presiden jaringan dan aliansi Uniterd Airlines.
China memperkenalkan kebijakan penerbangan ‘Five Ones’ pada akhir Maret dalam upaya untuk mengurangi jumlah kasus virus corona yang diimpor. Hanya satu penerbangan penumpang per rute mingguan, per maskapai, diizinkan ke negara itu.
Kebijakan tersebut dikombinasikan dengan penerbangan yang sempat ditangguhkan karena tiada permintaan.
Itu membuat jumlah maskapai penerbangan internasional yang mengoperasikan rute penumpang ke China turun dari 123 menjadi 28.
Pada saat yang sama, jumlah maskapai China yang masih terbang turun dari 30 menjadi 19, menurut data dari Otoritas Penerbangan Sipil Tiongkok (CAAC).
Pada awal Juni, Gedung Putih mengancam akan memblokir penerbangan dari perusahaan penerbangan China ke Amerika.
Sebab, Departemen Transportasi Amerika sempat menuduh otoritas penerbangan China gagal memberikan maskapai penerbangan Amerika seperti United Airlines dan Delta izin untuk melanjutkan penerbangan penumpang ke China sementara maskapai China terus beroperasi.
Satu hari setelah pengumuman Gedung Putih, pembatasan dilonggarkan untuk memungkinkan satu penerbangan penumpang mingguan dari maskapai internasional yang memenuhi syarat, dan dua per minggu dari operator Amerika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pesawat_1703.jpg)