Sleman

Bisnis Tanaman Anggrek Mulai Menggeliat di Sleman

Ia menilai, jika masyarakat bisa mengelolanya, maka kawasan tersebut bisa dijadikan destinasi wisata tanpa membutuhkan investasi yang besar.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
Dok. PAI DIY
Salah satu jenis anggrek lereng Merapi bernama ilmiah Vanda Tricolor 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bisnis tanaman anggrek di Sleman mulai dilirik oleh masyarakat Sleman.

Bahkan belum lama ini diresmikan kampung anggrek di Ngipiksari, Hargobinangun, Pakem untuk mengangkat potensi tanaman hias ini di Sleman.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Eko Sugianto saat dikonfirmasi menjelaskan, meski bibit anggrek masih didatangkan dari luar, namun pangsa pasar anggrek di Sleman terbilang cukup bagus.

Ia mengungkapkan, selama ini bibit anggrek diambil dari Malang atau Karawang.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Kembangkan Anggrek untuk Sarana Pembelajaran.

Meski pangsa pasar di Sleman cukup bagus, namun masih sedikit penggemar anggrek yang menangkarkan sendiri.

Kebanyakan masyarakat membeli tanaman anggrek dalam bentuk seedling atau bibit.

"Kalau di Sleman belum mengarah ke bikin bibitnya, masih sedikit yang menangkarkan sendiri," jelas Eko, Sabtu (27/6/2020).

Menurutnya, hal ini juga disebabkan faktor tanaman anggrek yang butuh iklim dan suhu tertentu dalam pertumbuhannya.

Misalnya anggrek jenis dendro harus berada di cuaca yang cenderung hangat.

Terkait diresmikannya Ngipiksari sebagai kampung anggrek, ia menuturkan bahwa ini bertujuan sebagai penangkar sekaligus untuk mengedukasi dan wisata.

Di kampung ini, ditargetkan ada 70 KK yang membudidayakan anggrek Vanda Tricolor yang merupakan anggrek khas Lereng Merapi.

Sejauh ini baru 75 persen yang sudah membudidayakan anggrek Vanda Tricolor baik untuk hiasan di rumah juga bisa dijual.

"Harapannya di Sleman ada wisata baru yang mengangkat tanaman anggrek," imbuhnya.

Penutupan Festival Anggrek Vanda, Wabup : Festival sesuai Visi Kabupaten Sleman

Jika semua warga Ngipiksari memiliki anggrek di rumahnya bisa menjadi daya tarik untuk wisata baru.

Ia menilai, jika masyarakat bisa mengelolanya, maka kawasan tersebut bisa dijadikan destinasi wisata tanpa membutuhkan investasi yang besar.

Ia juga menceritakan bahwa sebelum dirintis sebagai kampung anggrek, warga Ngipiksari sudah banyak yang memiliki anggrek Tricolor.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved