Jawa

Balai Konservasi Borobudur Simulasikan Pembukaan Zona 1 Candi Borobudur

Simulasi ini ditujukan untuk menerapkan tata cara berkunjung yang baru dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan sebagai syarat izin pembukaa

Tayang:
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Simulasi pembukaan zona 1 Candi Borobudur dilaksanakan oleh Balai Konservasi Borobudur (BKB), Jumat (26/6/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Simulasi pembukaan zona 1 Candi Borobudur dilaksanakan oleh Balai Konservasi Borobudur (BKB), Jumat (26/6/2020).

Simulasi ini ditujukan untuk menerapkan tata cara berkunjung yang baru dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan sebagai syarat izin pembukaan zona 1 dari Gugus Tugas.

"Kita melaksanakan apa mekanisme yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Magelang yang mana saat membuka suatu lokasi untuk kegiatan umum harus melalui tahapan simulasi. Simulasi ini akan dinilai oleh tim Covid-19 Kabupaten Magelang dan apabila memenuhi syarat akan diberikan izin. Jika belum, syarat harus dipenuhinya dulu," kata plt Kepala BKB, Tri Hartono, di sela simulasi di zona 1 Candi Borobudur.

Mulai dari batas pagar zona 1 candi, pengunjung akan berjajar sesuai marka kotak berjarak yang telah dibuat.

Jarak minimal satu meter. Pemandu wisata akan menjelaskan tata cara berkunjung berikut aturan-aturan berkunjung ke candi.

Setelah tuntas, petugas keamanan akan mengecek pengunjung satu per satu. Suhu tubuh tidak boleh lebih dari 37,2 derajat celcius.

Hari Pertama Pembukaan Kembali Candi Borobudur, Pengunjung Masih Relatif Sepi

Pengunjung pun tidak dapat langsung naik ke zona 1.

Ada pembatasan jumlah pengunjung. Jumlah pengunjung maksimal dalam satu kali kunjungan adalah 140 orang saja.

Selain itu peraturan lain yang wajib dipatuhi adalah mengenakan masker dan menjaga jarak kurang lebih 1,5 meter.

"Seperti yang kita tahu bahwa Candi Borobudur ini maksimal bisa dikunjungi bangunannya itu sekitar 128 orang dalam satu waktu. Kita hitung 60 menit. Kalau carry capacity bangunannya 128 orang, sementara halamannya itu sekitar 500 orang, tetapi saat ini tidak boleh maksimal dan melebihi kapasitas," tutur Tri.

Aturan lain, pengunjung hanya boleh di area pelataran saja dan tidak boleh menaiki struktur candi.

Alasannya, ketika diperbolehkan naik ke atas struktur akan membawa dampak yang tidak baik baik untuk candi dan keamanan pengunjung.

Lorong-lorong candi jaraknya sangat dekat dan sulit untuk menjaga jarak.

"Lorong-lorong di Candi Borobudur jaraknya sangat dekat sehingga kalau untuk menghindari jarak antara orang satu dengan orang lain itu satu meter itu sangat sulit. Padahal aturannya jarak paling tidak satu meter di antara pengunjung satu dan pengunjung lainnya. Oleh karena itu, kunjungan hanya sampai pelataran saja. Meski begitu, akan ada pemandu sehingga meskipun wisatawan hanya berkunjung di halaman, mereka paham persis Candi Borobudur ini," kata Tri.

Pembukaan Candi Borobudur Tunggu Persetujuan Gugus Tugas Jawa Tengah dan Kabupaten Magelang

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved