Terapkan Protokol Kesehatan, Kunjungan ke Perpustakaan Museum Sonobudoyo Dibatasi
Terapkan Protokol Kesehatan, Kunjungan ke Perpustakaan Museum Sonobudoyo Dibatasi
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNNJOGJA.COM, YOGYA - Perpustakaan museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta tetap melayani kunjungan pemustaka selama pandemi virus corona dengan menerapkan protokol kesehatan.
Hanya saja, jumlah pengunjung yang masuk ke museum dibatasi sebagai upaya pencegahan penularan virus corona.
Sudali Astuti pengolah perpustakaan museum negeri Sonobudo Yogyakarta mengatakan, jam operasional perpustakaan seperti biasa.
"Untuk jam pelayanan operasional masih sama yaitu pada Senin hingga Kamis 08.00 WIB sampai 16.00 WIB sedangkan pada Jumat dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB," jelas Sudali saat ditemui Tribun Jogja, pada Kamis (25/06/2020).
Selama pandemi ini, pengelola perpusatakaan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.
"Saat ini, jumlah kunjungan maksimal pemustakan hanya lima orang saja.
Pemustaka hanya bisa membaca di tempat, namun tetap diperbolehkan untuk mencatat bagian dari buku dan disalin ke catatan pribadi pemustaka," jelas Sudali.
• Pers Mahasiswa di UMS Belajar Pengelolaan Pers Kampus Lewat Webinar
• Canangkan Wilayah Bebas Korupsi, Polresta Yogyakarta Siapkan Layanan via Daring
Akibat pandemi dan kebijakan pembatasan kunjungan.
Mengakibatkan penurunan pemustaka ke perpustakaab Sonobudoyo sebesar 90 persen.
Bahkan selama periode Maret 2020 hingga Mei 2020 persentase pengunjung nol persen.
"Penurunan mencapai 90 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya. Biasanya dalam kondisi normal pengunjung dalam sehari bisa mencapai 60 orang. Kalau sekarang melihat pada rentang Maret 2020 hingga Mei 2020 jumlah pengunjung sama sekali tidak ada," terang Sudali. (Tribunjogja/Nanda Sagita Ginting)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/terapkan-protokol-kesehatan-kunjungan-ke-perpustakaan-museum-sonobudoyo-dibatasi.jpg)