Pers Mahasiswa di UMS Belajar Pengelolaan Pers Kampus Lewat Webinar

Biro Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan webinar pelatihan/wrorkshop pengelolaan jurnalistik

Tribun Jogja
Biro Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan webinar pelatihan/wrorkshop pengelolaan jurnalistik dengan pers mahasiswa 

TRIBUNJOGJA.COM - Biro Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan webinar pelatihan/wrorkshop pengelolaan jurnalistik yang diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota ormawa bidang jurnalistik.

Jumlah peserta sebanyak 120 participant dari seluruh pers mahasiswa di UMS.

Materi disampaikan oleh 2 pembicara alumni LPM Pabelan UMS yaitu Dr. Choirul Amin, M.M (Dosen Fakultas Geografi) dan Ikrob Didik, S.T (Digital Manager Tribun Jogja.com).

Dr. Choirul Amin menyampaikan Lembaga pers mahasiswa membutuhkan struktur organisasi yang jelas, visi, misi, tujuan, konsep dan format media, target audience, content yang akan disajikan (berkaitan dengan rubrikasi) dan pendanaan.

"Karenanya dalam menjalankan pers mahasiswa perlu pengelolaan/manajemen," Choirul Amin dalam riis yang diterima tribunjogja.com, Kamis (25/6/2020).

Ikrob Didik menambahkan, pers mahasiswa harus mulai memikirkan transformasi ke digital. Sebab, hampir sebagian besar pers mahasiswa di UMS masih fokus ke produk cetak.

"Pers mahasiswa jangan setengah hati terjun ke digital, harus total. Kalau sekarang ngomong transformasi, sebenarnya sudah telat karena seharusnya sudah akselerasi," katanya.

Kemudian terkait pemberitaan agar tak bermasalah, Ikrob mewanti-wanti agar pers mahasiswa tetap patuh pada kode etik jurnalistik, UU Pers dan pedoman penulisan lainnya yang tidak melanggar batasan-batasan yang ada.

"Tidak semua fakta adalah berita. Pers mahasiswa juga harus jeli mana yang harus ditulis, mana yang harus disimpan saja. Harus dipertimbangkan betul saat rapat redaksi," terangnya. 

Di tengah pandemi covid-19 ini, sebenarnya pers mahasiswa bisa memanfaatkan media sosial melalui fitur live streaming. Misalnya talkshow, live music atau ngobrol santai jarak jauh yang bisa disaksikan secara langsung oleh netizen.

"Tapi masalahnya kan teman-teman pers mahasiswa ini tak begitu aktif mengelola medsos. Makanya sebelum terlambat, jangan ragu untuk serius menata aset digital," kata Ikrob. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved