Ketua Tim Penggerak PKK, Kustini Sri Purnomo Peduli Warga Terdampak Covid-19, Sambangi Kedai Berbagi

Ketua Tim Penggerak PKK Peduli Warga Terdampak Covid-19, Sambangi Kedai Berbagi

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
ISTIMEWA
Ketua Tim Penggerak PKK Kustini Sri Purnomo mengajak berbincang warga di Kedai Berbagi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kedai Berbagi menjadi gerakan sosial di tengah wabah Covid-19 yang trending di Kabupaten Sleman.

Kedai Berbagi merupakan sebuah warung yang menyediakan berbagai macam bahan makanan mulai dari sayuran, bumbu, hingga sembako, yang dimaksudkan untuk membantu warga terdampak pandemi Covid-19.

Ketua Tim Penggerak PKK Sleman, Hj Kustini Sri Purnomo memiliki perhatian khusus terhadap warga terdampak wabah virus corona pun menyambangi Kedai Berbagi untuk memastikan manfaat dari warung tersebut.

Bersama dengan anggota DPRD Sleman, dr. Raudi Akmal dan Camat Tempel, setidaknya empat Kedai Berbagi dikunjungi istri Bupati Sri Purnomo ini.

Pertama adalah Warung Gratis Kroda Peduli. Warung ini digarap oleh ibu-ibu PKK Dusun. Berangkat dari keprihatinan banyak orang yang di-PHK atau di-rumahkan saat pandemi Covid-19.

Lokasi warung berada di rumah Ibu Dukuh. Lokasi tersebut dipilih karena modal awalnya dari iuran PKK dan open donasi dapat berupa uang atau barang.

Selain itu juga ada kegiatan Jumat Berkah, yang menghimpun sedekah.

Warga sangat antusias dan terbantu dengan adanya Warung Gratis Kroda Peduli.

Sistem pengambilan barang yang ada di sini ada empat kluster yaitu orang-orang yang tidak memiliki uang dan dapat mengambil bahan makanan namun tidak perlu membayar.

Kedua, adalah orang-orang yang pindah belanja. Awalnya mereka belanja di pasar, namun sekarang mereka pindah belanja di warung tersebut.

TP PKK Kulon Progo Dihadapkan Dapat Memberikan Bimbingan dan Pembinaan Kader PKK di Kapanewon

Ketiga adalah barter dengan barang lainnya, misalnya ada yang punya beras ditukar dengan minyak.

Kedua adalah Kedai Berbagi Tegalsari.

Warung ini berawal dari keinginan gotong royong saling membantu dari warga sekitar karena ada beberapa rumah tangga yang salah satu keluarganya diberhentikan dari pekerjaan.

Sehingga di masa pandemi ini tidak memiliki pemasukan.

Di kedai ini, siapa pun boleh mengambil dan mengisi kotak yang disediakan. Cara bayarnya adalah dengan memasukkan uang dengan jumlah berapa pun semampu pembeli ke dalam amplop dan memasukkan ke dalam kaleng.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved