Pemda DIY Pastikan Rencana Pembuatan Jalur Kereta Api YIA-Borobudur Tetap Berlanjut

Pemda DIY Pastikan Rencana Pembuatan Jalur Kereta Api YIA-Borobudur Tetap Berlanjut

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Simulasi pembukaan Candi Borobudur, Rabu (10/6/2020) ini. Uji coba mulai dari pemeriksaan kendaraan pengunjung saat masuk hingga saat di dalam kawasan Candi Borobudur. Semua sesuai SOP dan protokol kesehatan yang ketat. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rencana kerja sama pembangunan trase kereta api relasi Bandara Yogyakarta Internasioanl Airport (YIA) menuju Candi Borobudur, Kabupaten Magelang tetap berlanjut.

Hanya saja, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY masih memfokuskan terlebih dahulu dengan infrastruktur pembangunan jalan tol.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Budi Wibowo mengatakan, pembangunan jalur kereta api dari YIA menuju Candi Borobudur memang sudah direncanakan sejak 2019 lalu.

Pemda DIY menggandeng Republik Ceko dalam pengadaan kereta api dan konsultasi pembangunan jalur tersebut.

"Namun sekarang kami masih fokus pengerjaan tol Solo-Jogja-Bawen terlebih dahulu," katanya, Senin (22/6/2020)

Namun, sinyal positif untuk melanjutkan rencana proyek tersebut tetap berjalan.

Pemda DIY menganggap pembangunan jalur Kereta dari Bandara YIA menuju Candi Borobudur menjadi prioritas penunjang kepariwisataan.

"Prospek ke depan sangat bagus. Tentu akan mempermudah akses wisata," terang dia.

Calon penumpang, memperlihatkan dokumen perjalanan sebelum masuk ke ruang check in, Rabu (3/6/2020)
Calon penumpang, memperlihatkan dokumen perjalanan sebelum masuk ke ruang check in, Rabu (3/6/2020) (TRIBUNJOGJA.COM / Irvan Riyadi)

Sidang Amdal Jalan Tol Solo-Yogyakarta Wilayah Klaten Bahas Mata Air

Pembangunan Tol Solo - Yogya Diminta Perhatikan Nasib Petani

Saat ini pemda DIY belum menentukan berapa besaran investasi yang diperlukan untuk membangun jalur kereta tersebut.

Ia menganggap, prospek ke depan akomodasi kereta api menjadi pilihan utama masyarakat.

Selain daya tampung yang lebih banyak, menurut Budi, ketepatan waktu juga menjadi prioritas utama masyarakat memilih transportasi tersebut.

"Karena di negara-negara maju sudah banyak menggunakan moda transportasi kereta api, dan di DIY ini sudah ada bandara ya harus didukung akomodasi lain," urainya.

Rencananya, untuk menghemat pengadaan lahan, jalur kereta api tersebut akan menyesuaikan jalan tol yang saat ini terus dibangun.

"Karena Ngarso Dalem pun waktu itu juga menyampaikan, bagaimana kalau itu dibuat tol dan di sampingnya dibikin jalur kereta supaya hemat pengadaan lahannya," terang dia.

Saat disinggung mengenai komunikasi tindak lanjut dengan Republik Ceko, Budi mengaku belum menentukan waktu untuk koordinasi tersebut.

"Kan masih ada Covid-19. Belum lah, kami fokus dulu yang sudah ada. Namun, rencana itu tetap jalan," imbuhnya.

Sementara terkait pembangunan tol bandara YIA, untuk saat ini Pemda DIY baru akan menentukan trase, serta penetapan lokasi exit tol tersebut.

"Kajian kami sejauh ini masih terkait trase penetapan lokasi exit tol YIA. Apakah nanti diletakkan di Barat bandara atau di sebelah utaranya. Hari ini ada lanjutan pembahasan mengenai hal itu," pungkasnya. (Tribunjogja/Miftahul Huda)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved