Kisah Pemulung Beli HP untuk Cucu, Pakai Uang Receh Sekarung

Seorang pemulung mendatangi gerai penjualan handphone di Samarinda. Ia datang dengan tujuan hendak membeli ponsel.

Editor: Mona Kriesdinar
KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON
Kakek Yatmin (kiri) bersama cucu Satria (tengah) dan istri Lasinem (kanan) saat ditemui Kompas.com di Jalan Cendana, Samarinda, Kaltim, Minggu (21/6/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, SAMARINDA - Seorang pemulung mendatangi gerai penjualan handphone di Samarinda. Ia datang dengan tujuan hendak membeli ponsel.

Adegan itu direkam dan kemudian viral di media sosial.

Berdasarkan penelusuran, pemulung tersebut diketahui bernama Yatmin (62), warga Damanhuri, Gang 5, Samarinda.

Dari penelusuran Kompas.com, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (20/6/2020), di salah satu gerai ponsel di Samarinda, Kalimantan Timur.

Komentar Bank Indonesia dan Kolektor Soal Uang Rp 1000 Kelapa Sawit Dibanderol Mahal

Pemilik konter Rahman (26), saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Ia mengaku terkejut saat diberitahu karyawannya ketika ada seorang kakek yang ingin membeli ponsel dengan uang receh sekarung.

“Saya awalnya kaget, pegawai saya panggil katanya ada kakek datang bawa uang recehan mau beli ponsel,” ungkap pemilik konter Rahman (26).

Mengetahui hal itu, Rahman merasa iba atas perjuangan pemulung tersebut.

Kisah Pemulung Difabel asal Yogya, Keliling Cari Rosokan Pakai Kursi Roda demi Dapur Tetap Mengepul

Terlebih, alasannya saat membeli ponsel dengan uang receh itu untuk diberikan kepada cucunya.

Uang receh yang dibawa pemulung tersebut diperkirakan sebanyak Rp 600.000. Namun oleh Rahman, pemulung tersebut diberikan sebuah ponsel seharga Rp 1,9 juta.

Tak hanya itu, ia juga masih memberikan uang tunai sebesar Rp 200.000 kepada Yatmin.

“Saya bilang ya sudah enggak masalah, terima saja. Terus kami kasih ponsel baru dan uang Rp 200.000,” kata dia.

Sementara itu Yatmin saat dikonfirmasi Kompas.com mengatakan, uang receh yang digunakan untuk membeli ponsel tersebut merupakan tabungan dari cucunya.

Diceritakan Yatmin, saat itu cucunya yang masih duduk di bangku SD menginginkan sebuah ponsel.

Karena tidak mempunyai cukup uang, ia meminta cucunya bernama Satria tersebut untuk menabung dari uang saku yang diberikan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved