BREAKING NEWS : Gabungan Ormas Islam Yogyakarta Serukan Penolakan RUU HIP
BREAKING NEWS : Gabungan Ormas Islam Yogyakarta Serukan Penolakan RUU HIP
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan massa berkumpul di titik nol kilometer Yogyakarta. Mereka berorasi menolak Rancangan Undang Undangan (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).
Peserta aksi meminta presiden dan juga DPR RI tidak mengesahkan Rancangan undang-undang tersebut.
Ada sekitar 10 lebih Organisasi Masyarakat (Ormas) Gabungan di DIY.
Mereka menyuarakan penolakan pengesahan RUU HIP lantaran menurut pandangan mereka hal itu justru mendukung komunisme tumbuh.
Peserta aksi mulai datang sejak pukul 13.00.
Semakin sore, ormas yang berkumpul kian banyak.
• BREAKING NEWS : FKOR DIY Desak Pemerintah Hapus RUU HIP
• Komentari RUU HIP, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogya Sebut Seharusnya Tidak Perlu Dibahas DPR
Mereka bernyanyi dan sesekali menyerukan kalimat takbir.
"Sudah mulai sejak jam satu siang tadi. Ini makin banyak," kata salah satu peserta, Sabtu (20/6/2020)
Ketika ketua dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustadz Muhammad Jazir berorasi, para masa kian bersemangat.
Mereka bertekad melawan komunisme yang dinilai terkandung dalam Undang-undang HIP tersebut.
Orasi ustad Jazir pun ditutup dengan lagu komando
"Siap senjataku di tangan kanan
Ikat pinggang penuh granat, tangan kanan.
Ayo serbu serang nestapu sampai titik darah penghabisan" tutup ustadz Jazir dalam pidatonya.
Para ormas kemudian menggalang dana dengan seruan jihad. (Tribunjogja/Miftahul Huda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/breaking-news-gabungan-ormas-islam-yogyakarta-serukan-penolakan-ruu-hip.jpg)