Wabah Virus Corona

Kekhawatiran WHO Setelah Muncul 27 Kasus Domestik Baru Virus Corona di Beijing China

China kini tengah dikhawatirkan dengan gelombang kedua infeksi Virus Corona penyebab COVID-19.

Editor: Rina Eviana
AFP/HECTOR RETAMAL
Ilustrasi: Orang-orang mengenakan pakaian pelindung diri melintas di Bandara Tianhe yang baru dibuka kembali di Wuhan, Hubei, China, Rabu (8/4/2020). Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas mencabut kebijakan lockdown selama lebih dari dua bulan di lokasi yang diketahui sebagai episenter awal virus corona tersebut. 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIJING - China kini tengah dikhawatirkan dengan gelombang kedua infeksi Virus Corona penyebab COVID-19.

Sebab, China melaporkan, terdapat 27 kasus domestik baru COVID-19 di Beijing.

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) mulai menyuarakan kekhawatirannya.

Pejabat setempat berkumpul di luar pasar grosir Xinfadi di Beijing, China, pada 12 Juni 2020. Pasar Xinfadi dan pasar seafood Jingshen ditutup setelah munculnya kasus baru virus corona.
Pejabat setempat berkumpul di luar pasar grosir Xinfadi di Beijing, China, pada 12 Juni 2020. Pasar Xinfadi dan pasar seafood Jingshen ditutup setelah munculnya kasus baru virus corona. (AFP PHOTO/GREG BAKER)

Kasus baru itu membuat penularan virus corona yang terkonfirmasi di ibu kota Negeri "Panda" menjadi 106, dalam lima hari terakhir.

Pemerintah kota Beijing pun sudah bergerak cepat dengan menutup 30 permukiman, dengan tes menyasar puluhan ribu penduduk.

Diberitakan CCTV, otoritas setempat menutup satu lagi pasar, Tiantaohonglian di Distrik Xicheng, setelah salah satu pegawainya positif COVID-19.

Dilansir AFP Selasa (16/6/2020), sebagai pencegahan, pemerintah kota menutup tujuh permukiman yang dekat dengan lokasi infeksi.

WHO menyatakan, klaster baru Virus Corona ini membuat mereka khawatir, mengingat ukuran Beijing dan vitalnya kota tersebut.

"Klaster seperti ini mengkhawatirkan dan perlu diinvestigasi dan ditekan, seperti yang dilakukan China saat ini," jelas direktur kedaruratan Mike Ryan.

Penjelasan Psikolog Soal Kenapa Ada Orang Tak Percaya Virus Corona Benar-benar Ada

Pejabat lokal menerangkan, mereka akan memberi tes baik untuk pemilik lapak maupun manajer toko makanan, restoran, dan kantin yang dikelola pemerintah.

Polisi paramiliter China yang mengenakan masker berjalan melewati Pasar Xinfadi yang ditutup di Beijing pada 14 Juni 2020. Wabah virus coronavirus COVID-19 domestik di China sebagian besar telah dikendalikan melalui penguncian ketat yang diberlakukan awal tahun ini - tetapi sebuah cluster baru telah dikaitkan dengan pasar Xinfadi di Beijing selatan.
Polisi paramiliter China yang mengenakan masker berjalan melewati Pasar Xinfadi yang ditutup di Beijing pada 14 Juni 2020. Wabah virus coronavirus COVID-19 domestik di China sebagian besar telah dikendalikan melalui penguncian ketat yang diberlakukan awal tahun ini - tetapi sebuah cluster baru telah dikaitkan dengan pasar Xinfadi di Beijing selatan. (NOEL CELIS / AFP)

Beberapa kegiatan olahraga dan hiburan diminta untuk ditutup, dengan kota tetangga menyatakan mereka siap mengarantina siapa pun yang baru saja dari ibu kota.

Komisi Kesehatan Nasional China menuturkan, mereka melaporkan adanya empat kasus domestik baru di Provinsi Hebei, yang mengelilingi Beijing.

Ada juga penularan yang terkonfirmasi di Provinsi Sichuan, yang berlokasi di barat laut Negeri "Panda", dan berhubungan dengan klaster Beijing.

Jumlah Kasus Virus Corona Terbaru Dunia, Indonesia Tempel Singapura, Malaysia Jauh di Bawah

Pemerintah menjelaskan, semua kasus yang terkonfirmasi ada hubungannya dengan Pasar Xinfadi, yang dikunjungi 200.000 orang sejak 30 Mei.

Lebih dari 8.000 pekerja pasar tersebut sudah menjalani pemeriksaan, dan dilaporkan dikirim ke fasilitas karantina terpadu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved