Unik nan Kreatif, Prosesi Wisuda 'Drive Thru' ala SD Mutiara Persada Bantul

Panitia juga berseragam, dilengkapi dengan face shield, masker dan sarung tangan sebagai protokol kesehatan.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
SD Mutiara Persada di Kasihan Bantul melaksanakan prosesi wisuda dengan cara Drive Thru demi mencegah penularan covid-19. 

Menurut dia, di tengah pandemi, banyak siswa yang bersedih jika diakhir kelulusan nantinya tidak ada prosesi wisuda.

"Maka muncul ide kreatif dari guru-guru kami dan tim, bagaimana kalau wisuda tetap dilakukan tetapi dengan menggunakan protokol covid. Langkah drive thru ini dianggap yang paling tepat," kata dia, ditemui di lokasi wisuda, Senin (15/6/2020).

Kisah Mahasiswi PTS Yogya Sembuh dari Covid-19 dan Selesaikan Tugas Akhir di Ruang Karantina

SMKN 2 Yogyakarta Gelar Prosesi Wisuda Siswa Secara Online

Ari mengatakan, awalnya tidak mudah untuk mengambil keputusan tetap melaksanakan wisuda di tengah pandemi.

Ia mengaku sempat kebingungan nantinya akan seperti apa wisuda bagi anak-anak.

Bahkan, hotel dan catering untuk prosesi wisuda yang sebelumnya sudah dipesan terpaksa di-cancel.

Referensi terus dicari. Pihaknya sempat melihat ada wisuda dengan cara live streaming.

Namun kelulusan dengan mengandalkan teknologi itu baginya kurang, karena semua anak tidak dapat difasilitasi dengan baik.

Beruntung, di akhir waktu, tiga hari sebelum pelaksanaan prosesi wisuda tercetus ide untuk menggelar wisuda dengan cara drive thru.

"Jadi kami mencoba yang berbeda. Tetapi tetap mengikuti imbauan dari pemerintah. Menerapkan protokol kesehatan," ujar dia.

Simulasi

Ari menjelaskan, ada 50 siswa yang tahun ini menjalani wisuda. Mereka dibagi dalam 3 kelas.

Antara lain kelas Socrates, Plato dan Aristoteles.

Pelaksanaan wisuda dengan cara drive thru baru kali pertama dijalankan.

Sebelum pelaksanaan, pihaknya mengaku telah melakukan simulasi berkali-kali untuk memastikan protokol kesehatan tetap dijalankan dengan baik.

Misalnya, anak-anak datang ke sekolah dibuat shift secara bergantian.

Kemudian bagaimana ketika datang menggunakan motor atau mobil. Datang darimana dan keluar lewat mana.

Bahkan, sampai hal terburuknya apa. Semua itu disimulasikan.

"Alhamdulillah, sampai detik ini tidak ada kendala apapun," terang dia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved