Unik nan Kreatif, Prosesi Wisuda 'Drive Thru' ala SD Mutiara Persada Bantul
Panitia juga berseragam, dilengkapi dengan face shield, masker dan sarung tangan sebagai protokol kesehatan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat guru dan tim kreatif SD Mutiara Persada untuk melangsungkan upacara wisuda bagi anak-anak didiknya.
Ide kreatif justru muncul di tengah keterbatasan.
Mereka melangsungkan wisuda kelulusan, dengan cara Drive Thru.
Pihak sekolah tampak mempersiapkan acara wisuda tersebut dengan matang.
Terlihat, halaman sekolah yang beralamat di Sumberan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul itu dirias dengan dekorasi dan hiasan.
Panitia juga berseragam, dilengkapi dengan face shield, masker dan sarung tangan sebagai protokol kesehatan.
Anak-anak datang menuju prosesi wisuda diantar oleh orangtua.
• Seorang Mantan PNS di Bantul Lakukan Tindak Penipuan dan Gelapkan Motor Sewaan
• Diduga Kelelahan, Seorang Goweser Asal Bantul Meninggal di Kulon Progo
Mereka datang secara bergantian, ada pengaturan shift agar tidak terjadi kerumunan.
Menariknya, orangtua tidak boleh turun dari kendaraan.
Hanya siswa yang diwisuda yang boleh turun. Itu pun tidak lama.
Wisuda satu siswa hanya membutuhkan waktu sekitar 3 - 4 menit saja.
Setelah dilakukan pengecekan suhu badan dan pemberian hand sanitizer.
Siswa turun dari kendaraan lalu berjalan melewati karpet merah dan berdiri dipanggung acara untuk menerima ijazah dan berfoto.
Setelahnya langsung kembali masuk ke kendaraan dan pulang.
Kepala SD Mutiara Persada, Ari Rosiana, mengatakan wisuda dengan konsep drive thru itu memang sengaja dilaksanakan untuk mewujudkan mimpi siswa yang menginginkan tetap diwisuda setelah enam tahun menempuh pendidikan.
Menurut dia, di tengah pandemi, banyak siswa yang bersedih jika diakhir kelulusan nantinya tidak ada prosesi wisuda.
"Maka muncul ide kreatif dari guru-guru kami dan tim, bagaimana kalau wisuda tetap dilakukan tetapi dengan menggunakan protokol covid. Langkah drive thru ini dianggap yang paling tepat," kata dia, ditemui di lokasi wisuda, Senin (15/6/2020).
• Kisah Mahasiswi PTS Yogya Sembuh dari Covid-19 dan Selesaikan Tugas Akhir di Ruang Karantina
• SMKN 2 Yogyakarta Gelar Prosesi Wisuda Siswa Secara Online
Ari mengatakan, awalnya tidak mudah untuk mengambil keputusan tetap melaksanakan wisuda di tengah pandemi.
Ia mengaku sempat kebingungan nantinya akan seperti apa wisuda bagi anak-anak.
Bahkan, hotel dan catering untuk prosesi wisuda yang sebelumnya sudah dipesan terpaksa di-cancel.
Referensi terus dicari. Pihaknya sempat melihat ada wisuda dengan cara live streaming.
Namun kelulusan dengan mengandalkan teknologi itu baginya kurang, karena semua anak tidak dapat difasilitasi dengan baik.
Beruntung, di akhir waktu, tiga hari sebelum pelaksanaan prosesi wisuda tercetus ide untuk menggelar wisuda dengan cara drive thru.
"Jadi kami mencoba yang berbeda. Tetapi tetap mengikuti imbauan dari pemerintah. Menerapkan protokol kesehatan," ujar dia.
Simulasi
Ari menjelaskan, ada 50 siswa yang tahun ini menjalani wisuda. Mereka dibagi dalam 3 kelas.
Antara lain kelas Socrates, Plato dan Aristoteles.
Pelaksanaan wisuda dengan cara drive thru baru kali pertama dijalankan.
Sebelum pelaksanaan, pihaknya mengaku telah melakukan simulasi berkali-kali untuk memastikan protokol kesehatan tetap dijalankan dengan baik.
Misalnya, anak-anak datang ke sekolah dibuat shift secara bergantian.
Kemudian bagaimana ketika datang menggunakan motor atau mobil. Datang darimana dan keluar lewat mana.
Bahkan, sampai hal terburuknya apa. Semua itu disimulasikan.
"Alhamdulillah, sampai detik ini tidak ada kendala apapun," terang dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wisuda-drive-thru-di-sd-mutiara-persada-bantul.jpg)