Universitas Airlangga Temukan Obat Virus Corona. Berikut 5 Fakta Tentang Obat Covid-19 Temuan Unair

Kabar baik bagi warga Indonesis di tengah penantian panjang obat Virus Corona yang hingga kini masih mewabah di Tanah Air.

Editor: Joko Widiyarso
UNIVERSITAS OXFORD
Profesor Sarah Gilbert adalah seorang peneliti di bidang vaksinologi di Jenner Institute di Universitas Oxford 

Pendistribusiannya, ditegaskan Prof Nasih bersifat rekomendari dari dari gugus tugas.

"Jadi memang tidak semua dokter butuh, jika dokternya merasa butuh dan yakin untuk meresepkan obat ini maka akan didistribusikan," lanjutnya.

5. Sudah Ada Dokter yang Pakai

Sistem pendistribusian ini dikatakan Guru besar FEB Unair ini belum bisa dilakukan secara bebas karena untuk jadi obat bebas harus memiliki izin edar masih dalam proses lebih lanjut.

"Akhir Juni baru kami lakukan uji klinis, uji klinis ini dibutuhkan jika memang obat kombinasi ini dijadikan obat tunggal dan dipasarkan bebas," urainya.

Dikatakan Prof Nasih, dokter memiliki wewenang meresepkan obat kombinasi ini karena obat tersebut sudah beredar dipasaran dan sudah seizin BPOM.

"Sebelumnya dokter juga ada yang sudah memakai obat-obat ini. Dan pengujian kami sudah menguji obat-obat ini bisa menghentikan peredaran COVID-19," pungkasnya.

Sejumlah kombinasi obat ini dikatakan Prof Nasih bisa memberikan reaksi dari 24 jam hingga 72 jam. (Sulvi Soviana/AlifNur/Surya.co.id)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul FAKTA Lengkap Obat Corona Hasil Peneliti Unair, Cara Kerja Efektif dan Sudah Produksi Ratusan Ribu

Sumber: Surya
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved