Musim Hujan Selanjutnya Jadi Single Perdana Trio Fragsa
Setelah berproses kira-kira selama tiga bulan terakhir, trio Fragsa sepakat merilis single perdananya berjudul Musim Hujan Selanjutnya.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Salah satu cara musisi agar terus produktif berkarya adalah dengan membuat project bersama.
Rupanya hal ini lah yang melahirkan Fragsa, sebuah band yang diinisiasi oleh tiga musisi yang sebelumnya sudah aktif berkarya di bidang seni masing masing.
Mereka adalah Lestariono Sabta Wega sebagai vokalis, Natanael Dimas Setyo sebagai pianis sekaligus komposer, dan Ukie Junx sebagai gitaris sekaligus komposer.
Setelah berproses kira-kira selama tiga bulan terakhir, trio ini sepakat merilis single perdananya berjudul Musim Hujan Selanjutnya.
Bila menyimak gaya bermusik trio ini mulai dari kemasan lirik hingga komposisi musik, Fragsa menjadi sebuah band indie yang menghadirkan tema tema tak jauh dari persoalan cinta, asmara, perpisahan dengan pemaknaan yang luas dari kehidupan sosial saat ini.
Seperti dalam penggalan lirik lagu Musim Hujan Selanjutnya, hingga mimpi menjadi, nyata dan tak bertepi, di sunyinya, jantung samudera, hingga mimpi menjadi, nyata dan tak berhenti, di sunyinya jantung samudera, sampai kita bertemu, di musim selanjutnya, sampai kita berpisah di musim hujan yang selanjutnya.
Lestariono menuturkan, lirik pada single Musim Hujan Selanjutnya ini ditulis dan diracik sedemikian rupa dengan pesan pesan tersirat dan bisa dibilang multitafsir, dengan harapan para pendengarnya bisa dengan bebas untuk menafsirkan makna liriknya, tanpa ada maksud mendikte para pendengarnya untuk mengarah kepada satu penafsiran tunggal saja.
"Pendengar bisa menafsirkan single ini sebagai lagu perpisahan yang sangat sedih, lagu cinta terhadap sahabat, lagu cinta kasih kepada keluarga, lagu tentang pertemuan yang tertunda, ataupun lagu kasmaran yang diselimuti nuansa dimabuk cinta sekalipun," ungkap Lestariono.
Soal komposisi musik dan genre, Lestariono menyebut, awalnya memang tidak ada niat untuk dibawa kemanakah genre musik Fragsa.
Namun mengingat latar belakang tiap personel yang berbeda beda justru membentuk karakter musik Fragsa, baik dari sound, lirik, aransemen, hingga konsep bermusik itu sendiri.
Fragsa sendiri terbentuk dan dipertemukan dengan sangat organik, dan boleh dibilang nyaris atas ketidaksengajaan.
Sang vokalis, Lestariono, yang justru dari background seorang perupa awalnya dipertemukan dengan Natanael yang memang sudah profesional di bidang musik.
Dari pertemuan awal inilah, datang Ukie Junx, yang sudah terjun di dunia band bersama Hangout dan BeforeYou akhirya bergabung bersama Fragsa.
"Semua benar-benar terbentuk dengan sendirinya. Untuk proses pengkaryaan dan pengolahan materi, dibiarkan mengalir begitu saja, hingga dalam kurun waktu 3 bulan saja Fragsa sudah menulis sekitar 7 materi lagu yang siap dirilis satu demi satu hingga menjadi sebuah album," ungkap Ukie.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/trio-fragsa.jpg)