Update Corona di DI Yogyakarta

Apresiasi Peran Tenaga Kesehatan, Bupati Sleman Resmikan Monumen Covid-19 di RS Puri Husada

Monumen ini juga dibangun dengan komponen yang menyimbolkan dari Covid-19 seperti adanya masker, baju hazmat dan infus.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri
Peresmian Monumen Covid-19 di Halaman RS Puri Husada sebagai bentuk apresiasi kepada para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 Rabu (10/6/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Peresmian Monumen Covid-19 berlangsung di halaman RS Puri Husada pada Rabu (10/6/2020).

Acara dimulai kurang lebih pukul 09.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB.

Peresmian Monumen Covid-19 akan dilakukan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo.

Selain itu dihadiri juga oleh Kepala Dinkes Kabupaten Sleman, dr Joko Hastaryo dan segenap tim penanggulangan Covid-19, Subagyo selaku Kepala Camat Kabupaten Sleman, Sarbini selaku Lurah Desa Sariharjo serta segenap petugas kesehatan di RS Puri Husada.

Angka Kesembuhan Covid-19 di DIY Terus Meningkat Capai 76,7 Persen, Berikut Rinciannya

Acara peresmian diawali oleh sambutan dari dr JB Soebroto selaku Pendiri PT RS Puri Husada.

"Didirikannya Monumen Covid-19 di RS Puri Husada ini mengalir saat melihat sekat taman bunga di halaman poli umum. Di dalam proses pembangunannya juga dikejutkan dengan meninggalnya sang Maestro Didi Kempot yang menghebohkan masyarakat di Indonesia. Pada saat itu sempat mengundang mas Didi Kempot untuk pertama dan terakhir dalam acara Dies Natalis FKKMK UGM. Pada acara itu pula sempat mengaransemen lagu ciptaannya yang berjudul "Stasiun Balapan" menjadi lagu "Rumah Sakit Indonesia". Ternyata melalui lagu ini dapat membangkitkan semangat para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19," jelasnya dalam sambutan peresmian Monumen Covid-19 Rabu (10/6/2020).

Selain itu, lagu "Rumah Sakit Indonesia" dan Monumen Covid-19 ini dipersembahkan bagi para tenaga kesehatan di Seluruh Indonesia yang telah gugur.

Oleh sebab itu, Monumen Covid-19 dibangun dengan prasasti bertuliskan "Monumen Covid-19, dengan kekuatan Ilahi bersama kita bangkit". 

"Karena dipersembahkan untuk para nakes di seluruh Indonesia oleh karena itu monumen ini juga dibuat tanpa identitas dari RS Puri Husada," ucapnya.

Kasus Baru Pasien Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta Berasal dari Klaster Ini

Monumen ini juga dibangun dengan komponen yang menyimbolkan dari Covid-19 seperti adanya masker, baju hazmat dan infus yang diletakkan di sekitar dinding prasasti.

Pada kesempatan yang sama Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresiasi atas dibangunnya Monumen Covid-19 ini.

"Kami beserta jajaran Kabupaten Sleman menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi kepada bapak JB Subroto yang terus mengabdikan diri di bidang kesehatan untuk terus bersama kami dalam melawan pandemi Covid-19. Kita tidak boleh menyalahkan satu sama lain karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, kita harus terus bergerak, kita harus melawan dan kita tidak boleh patah semangat. Kami juga mengapresiasi dengan adanya monumen ini kepada para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien. Oleh sebab itu, saya mengajak semua pihak untuk terus mematuhi protokol kesehatan," tuturnya.

Acara peresmian Monumen Covid-19 ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Lurah Desa Sariharjo, Sleman. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved