BREAKING NEWS: Dipicu Aksi Para Pembelot, Korut Hentikan Semua Komunikasi dengan Korsel
Aksi permusuhan yang dimaksud diduga dipicu penerbangan balon udara oleh sekelompok pembelot Korut yang kini ada di Korsel.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Kedua negara menandatangani deklarasi mengakhiri Perang Korea, yang secara teknis telah berlangsung sejak 1950 sejak pertempuran berhenti dengan gencatan senjata pada 1953, dan bukan perjanjian damai.
Deklarasi itu bukan perdamaian permanen, karena AS juga harus menandatangani perjanjian.
Tetapi deklarasi itu meletakkan dasar untuk peredaan lebih lanjut dari ketegangan di seluruh semenanjung.
Namun, ketika perundingan denuklirisasi dengan AS runtuh pada awal 2019, permusuhan perlahan merayap kembali, dan Pyongyang mulai mengambil sikap yang lebih defensif.
Apalagi Seoul juga mulai berjalan mundur dengan janji yang dibuatnya untuk tidak melanjutkan latihan militer dengan Amerika Serikat.
AS juga bersikeras agar Korea Utara membongkar program senjata nuklirnya, tetapi menolak menurunkan sanksi ekonomi terhadap DPRK terlebih dahulu.(Tribunjogja.com/Sputniknews/xna)