Gunungkidul
Harga Belum Stabil Merata, Disperindag Gunungkidul Kembali Gelar OP Gula Besok
Operasi Pasar gula pasir kembali dilakukan karena harganya saat ini belum stabil secara merata.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul akan kembali menggelar Operasi Pasar (OP) gula pasir pada Selasa (09/06/2020) besok.
Kegiatan ini bertempat di halaman Kantor Bupati Gunungkidul.
Kabid Perdagangan Disperindag Gunungkidul Yuniarti Ekoningsih menjelaskan OP gula pasir kembali dilakukan karena harganya saat ini belum stabil secara merata.
"Harga gula pasir di Gunungkidul saat ini masih di kisaran Rp 16 ribu per kilogram, termasuk paling tinggi dibandingkan harga di wilayah kabupaten/kota lainnya," jelas Yuni dihubungi pada Senin (08/06/2020).
• Harga Mulai Turun, Disperindag Gunungkidul Tetap Batasi Pembelian Gula Pasir
Menurutnya, harga gula pasir yang masih tinggi ini dipicu oleh distribusi yang belum merata di Gunungkidul.
Selain itu, persediaan gula pasir pun masih dirasa kurang.
Ia mencontohkan harga gula pasir di Semanu yang masih di kisaran Rp 16 ribu per kilogram. Sedangkan wilayah perbatasan di Purwosari, harga gula sekitar Rp 13 ribu, mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12,500,00.
"Itu sebabnya selain di Wonosari, kami juga akan melakukan OP di Semanu dan Ponjong," kata Yuni.
OP pertama besok akan digelar pukul 10.00 WIB dengan sistem kolektif dan individu.
Bagi pemesanan kolektif wajib menghubungi kontak 081327541766. Pemesanan kolektif dilakukan untuk mengurangi kerumunan.
Sedangkan pemesanan individu dilakukan dengan menunjukkan kartu identitas saat di lokasi OP. Pembelian dibatasi maksimal 2 kilogram gula pasir per orang.
• Selama Dua Hari Terakhir, Angka Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Gunungkidul Bertambah 4 Kasus
"Rabu besok di Balai Desa Ngeposari Semanu, kemudian Jumat di Ponjong," ungkap Yuni.
Secara terpisah, Sekretaris Disperindag Gunungkidul Virgilio Soriano mengungkapkan stok gula pasir untuk OP ini berasal dari Disperindag DIY.
Kuota yang diberikan sebanyak 10 ton untuk seluruh wilayah Gunungkidul.
Virgilio sendiri berharap OP yang dilakukan secara beruntun dalam minggu ini bisa membuat harga gula pasir turun ke HET dalam waktu cepat.
"Apalagi di wilayah kabupaten/kota lainnya harga gula sudah di kisaran Rp 13 ribu, jadi OP ini diperlukan khususnya di wilayah Gunungkidul," kata Virgilio. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)