Pemberdayaan UMKM untuk Membantu Pengadaan APD

Berbagai kebijakan di tengah masa sulit ini akhirnya ditempuh oleh pemerintah yang kemudian dilaksanakan oleh SKPD di daerah.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pandemi Covid-19 juga berdampak pada UMKM khususnya usaha mikro.

Banyak kegiatan usaha yang pada akhirnya harus terhenti di tengah wabah yang melanda selama empat bulan terakhir di Indonesia.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmaladewi, menyatakan berbagai kebijakan di tengah masa sulit ini akhirnya ditempuh oleh pemerintah yang kemudian dilaksanakan oleh SKPD di daerah.

Seksi Pegembangan Usaha Mikro yang berada di bawah Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman turut berperan aktif menjadi bagian dari Satgas Covid-19 yang dimulai dari bulan Maret 2020.

"Dalam kurun waktu tiga bulan (Maret – Mei) telah berhasil menyelenggarakan kegiatan untuk pemberdayaan UMKM guna mempertahankan stabilitas usaha dan perekonomian. Khususnya di Kabupaten Sleman," jelasnya Minggu (7/6).

Pendataan UMKM Siaga Covid-19 dalam pembuatan APD, Masker, Hazmat, Shoes Cover, Sanitizer.

Berdasarkan pendataan UMKM Siaga Covid-19 diperoleh 384 UMKM di Kabupaten Sleman yang menyatakan sanggup memproduksi pembuatan alat pelindung diri (APD) seperti masker, hazmat, shoes cover, dan sanitizer.

Beberapa UMKM juga bekerjasama dengan pihak tertentu dalam memproduksi APD. Seperti kerja sama dengan mamajahit.id yang melibatkan 23 UMKM dan diperoleh 133 APD baju hazmat dan 200 pasang Shoes Cover.

Kerja sama dengan KORPRI melibatkan sebanyak 56 UMKM dan berhasil menyelesaikan 9.023 masker untuk dibagikan ke pegawai SKPD di Kabupaten Sleman, pedagang pasar, UMKM dan masyarakat.

Selain itu ada pula proyek pembuatan masker yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah DIY dengan melibatkan 84 UMKM dan diperoleh 10.890 masker.

Ada pula pembuatan baju gown medis yang berhasil diproduksi sebanyak 500 baju oleh 20 UMKM dengan sumber pendanaan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman yang kemudian dibagikan ke 25 puskesman yang berada di wilayah Sleman.

Kemudian ada 4.143 masker yang berhasil diselesaikan oleh 15 UMKM melalui kerja sama dengan Koperasi AMAN Kabupaten Sleman.

Selain itu ada pemberdayaan empat UMKM untuk memproduksi 1.350 masker kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman.

"Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini menjadi waktu yang berharga bagi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman karena dapat sedikit merubah suasana duka di tengah wabah yang hampir melumpukan segala aktifitas usaha UMKM menjadi sebuah semangat berkarya untuk terus berjuang hidup namun tetap dalam kondisi sehat," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved