Viral Medsos Fenomena Bulan Bercincin, Begini Penjelasan Lapan

Pada Selasa (2/6/2020) malam, warga di sejumlah wilayah di Indonesia menyaksikan fenomena alam berupa bulan bercincin.

Tayang:
Penulis: Aditya Mulyawan | Editor: Hari Susmayanti
NASA/APOD/Anthony Ayiomamitis (TWAN
Ilustrasi fenomena bulan bercincin. Cincin cahaya yang mengitari bulan disebut dengan halo. 

"Lingkaran ini, kemudian disebut dengan halo," kata Thomas.

Di siang hari, halo juga dapat terjadi pada matahari.

Thomas menjelaskan prosesnya juga sama seperti halo yang membuat fenomena bulan bercincin.

Pada siang hari, fenomena ini muncul karena adanya awan Cirrus yang membawa kristal es yang membiaskan cahaya dari matahari.

Thomas mengatakan kejadian di Jawa Timur, mungkin tidak terjadi di wilayah lain di Indonesia.

"Fenomena ini tidak tampak di seluruh wilayah. Itu hanya terjadi di beberapa wilayah yang diliputi awan Cirrus saja," jelas dia.

Lebih lanjut Thomas mengungkapkan fenomena bulan bercincin, maupun halo pada matahari sering muncul.

Fenomena ini sering muncul terutama saat peralihan musim penghujan ke kemarau.

"Seperti saat ini, atau (fenomena bulan bercincin) muncul saat peralihan musim kemarau ke musim penghujan," imbuh dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fenomena Bulan Bercincin Saat Pandemi Corona, Ini Penjelasan LAPAN

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved