Mengenal Antifa, Kelompok yang Dituding Donald Trump Sebagai Biang Rusuh di AS

Trump bertekad memasukkan organisasi ini ke daftar kelompok teroris yang dilarang di AS. Siapa sebenarnya Antifa ini? Siapa pula pemimpinnya?

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Aljazeera
Antifa Kelompok yang Dituding Trump Sebagai Biang Rusuh di New York 

TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON – “Saya tidak melihat indikasi apapun kelompok supremasi putih teribat. Ini organisasi Antifa,” tulis Donald Trump, Presiden AS lewat akun Twitternya @realDonaldTrump (terverifikasi).

Tak hanya sekali Trump menyebut nama kelompok Antifa. Ia menuding kelompok inilah yang bergerak di balik semua kekerasan dan penjarahan di berbagai kota, dimulai dari Minneapolis.

Trump bertekad memasukkan organisasi ini ke daftar kelompok teroris yang dilarang di AS. Siapa sebenarnya Antifa ini? Siapa pula pemimpinnya? Di mana markas pusat gerakannya?

Eskalasi Protes Meningkat, Presiden AS Donald Trump Diungsikan ke Bunker

Presiden Donald Trump telah mengisyaratkan kesiapan pemerintah AS untuk menunjuk gerakan Antifa sebagai organisasi teroris dalam langkah yang membuat kelompok itu ilegal di wilayah AS.

Situs media Sputniknews.com, Senin (1/6/2020) menuliskan sejarah pendek Antifa, yang merupakan kependekan dari anti-fasis.

Gerakannya dimulai tahun 1980-an, ketika sebuah kelompok bernama Anti-Racist Action berhadapan dengan kelompok skinhead neo-Nazi di pertunjukan punk di Midwest AS dan sekitarnya.

Riwayat ini dituliskan Mark Bray, penulis buku “Antifa: Buku Pegangan Anti-Fasis”. Terlepas dari neo-Nazi dan neo-fasisme, gerakan, yang tidak memiliki pemimpin atau markas resmi ini menentang supremasi kulit putih dan rasisme.

Cerita Putri Wali Kota New York Ikut Ditangkap NYPD di Tengah Protes yang Melanda Amerika

Mereka tidak banyak bergerak atau tidur panjang sampai Donald Trump terpilih menjadi Presiden AS pada 2016.

Perwakilan kelompok Antifa yang tidak disebutkan namanya di Oregon dikutip oleh BBC mengatakan mereka berusaha membangun sebuah gerakan yang benar-benar melindungi masyarakat dari kebijakan POTUS (Trump).

"Bukan hanya menentang pemerintah federal tetapi juga menentang langkah-langkah yang dapat mengarah pada fasisme, dan itu terjadi secara lokal baik dari pejabat lokal atau dari gerakan alt-right setempat," kata seorang sumber Antifa kepada BBC kala itu.

Taktik gerakan Antifa ini biasanya dimulai sejak melantunkan yel-yel tertentu, membentuk rantai manusia selama aksi protes untuk memblokir demonstran sayap kanan.

Wali Kota Atlanta Meminta Trump Berhenti  Bicara yang Picu Ketegangan Rasial

Mereka juga memantau gerakan online kelompok-kelompok sayap kanan di media sosial. Kadang-kadang aktivis Antifa merilis informasi pribadi tentang lawan mereka di internet dalam apa yang dikenal sebagai “doxxing".

Selama demonstrasi dan pawai protes, faksi-faksi Antifa yang paling ekstrem dilaporkan membawa batu bata, rantai, pisau dan semprotan merica.

Namun sumber-sumber gerakan mengatakan kepada BBC, mereka mengecam penggunaan senjata oleh faksi-faksi tersebut.

Menurut mereka, anggota Antifa yang menggunakan kekerasan dapat dilihat sebagai semacam pertahanan diri.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved